Terima Kasih Atas Kunjungan Anda

Thank you for your visit

Terima Kasih Atas Kunjungan Anda

Thank you for your visit

Terima Kasih Atas Kunjungan Anda

Thank you for your visit

Terima Kasih Atas Kunjungan Anda

Thank you for your visit

Terima Kasih Atas Kunjungan Anda

Thank you for your visit

12 Juni 2012

Ruang Rindu

LETTO


C                  Dm  F    G         C                  Dm      F         G 
Di daun yang ikut mengalir lembut terbawa sungai ke ujung mata
        C            Dm   F    G    C                     Dm                F        G     
Dan aku mulai takut terbawa cinta menghirup rindu yang sesakkan dada
Am   G        F         G              C  Am G    F      G             C   
Jalanku hampa dan ku sentuh dia, terasa hangat di dalam hati
Am   G       F        G        C             Am  G     F       G              C  F  C     
Kupegang erat dan kuhalangi waktu, tak urung jua ku lihatnya pergi

Interlude: D     F     Fm
C                  Dm            F    G   C                      Dm          F                G   
Tak pernah kuragu dan selalu kuingat kerlingan matamu dan sentuhan hangat
      C           Dm F       G       C                     Dm           F           G
Ku saat itu takut mencari makna, tumbuhkan rasa yang sesakkan dada
            Am     G       F     G       C    Am     G    F      G         C
(*) Kau datang dan pergi begitu saja, semua ku terima apa adanya
Am   G     F           G           C           Am G       F    G        C 
Mata terpejam dan hati menggumam, di ruang rindu kita bertemu

Interlude: Em     F     G     Am     G      F      C      G     D

Kembali ke: (*)

Coda: G      F

Pantai Kuta


Pantai Kuta adalah sebuah tempat pariwisata yang terletak di sebelah selatan Denpasar, ibu kota Bali, Indonesia. Kuta terletak di Kabupaten Badung. Daerah ini merupakan sebuah tujuan wisata turis mancanegara, dan telah menjadi objek wisata andalan Pulau Bali sejak awal 70-an. Pantai Kuta sering pula disebut sebagai pantai matahari terbenam (sunset beach) sebagai lawan dari pantai Sanur.
Sebelum menjadi objek wisata, Kuta merupakan sebuah pelabuhan dagang. Di mana produk dari lokal diperdagangkan kepada pembeli dari luar Bali. Pada abad ke-19, Mads Lange, seorang pedagang Denmark, datang ke Bali dan mendirikan basis perdagangan di Kuta. Keahliannya dalam bernegosiasi, membuat Mads Lange sebagai pedagang yang terkenal antara raja-raja Bali dengan Belanda.
Hugh Mahbett juga telah menerbitkan sebuah buku berjudul “Praise to Kuta” yang berisi ajakan kepada masyarakat setempat untuk menyiapkan fasilitas akomodasi wisata. Tujuannya untuk mengantisipasi ledakan wisatawan yang berkunjung ke Bali. Buku itu kemudian menginspirasi banyak orang untuk membangun fasilitas wisata seperti penginapan, restoran dan tempat hiburan.
Di Kuta terdapat banyak pertokoan, restoran dan tempat permandian serta menjemur diri. Selain keindahan pantainya, pantai Kuta juga menawarkan berbagai macam jenis hiburan lain misalnya bar dan restoran di sepanjang pantai menuju pantai Legian. Rosovivo, Ocean Beach Club, adalah beberapa club paling ramai di sepanjang pantai Kuta.
Pantai ini juga memiliki ombak yang cukup bagus untuk olahraga selancar (surfing), terutama bagi peselancar pemula. Lapangan Udara I Gusti Ngurah Rai terletak tidak jauh dari Kuta.







 

10 Juni 2012

MODEL-MODEL TANGKI CB

Bagi sedulur-sedulur CB yang berniat mengganti tangki yang lama ini ada beberapa contoh model tangki, silahkan di pilih yang berminat. 


  harga kurang lebih  Rp.600.000

harga kurang lebih  Rp.550.000
 
 harga kurang lebih  Rp.350.000






 harga kurang lebih  Rp.550.000

 harga kurang lebih  Rp.450.000
 harga kurang lebih kompletan  Rp.600.000

8 Mei 2012

Pantai Carita


Pantai Carita adalah sebuah pantai di pesisir barat provinsi Banten, Indonesia. Pantai ini merupakan obyek pariwisata pantai di Indonesia yang cukup terkenal selain Pantai Anyer, Pantai Karang Bolong dan Pantai Tanjung Lesung.
Pantai Carita merupakan objek wisata yang terletak di Kabupaten Pandeglang dan telah ditetapkan berdasarkan SK Menteri Pertanian No.440/kpts/UM/1978 pada tanggal 15 Juli 1978 sebagai Taman Wisata Alam. Pantai ini terkenal dengan pasir pantainya yang putih sehingga membuat kawasan ini sering dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun mancanegara.
Pantai Carita kaya akan sumber daya alamnya. Hamparan tepian yang amat landai dengan ombak laut yang kecil dan lembut menyapu di sepanjang pantai, dipadu dengan pemandangan Gunung Krakatau.
Untuk mencapai tempat ini dapat melalui jalan tol Anyer dan setelah keluar dari tol dapat menyusuri ruas jalan Labuan-Carita menuju Anyer.



PANTAI PANGANDARAN

 Wisata Pantai Pangandaran

Pangandaran merupakan objek wisata yang merupakan primadona pantai di Jawa Barat. Terletak di desa pananjung kecamatan pangandaran. Jarak dari Jakarta ke Pangandaran adalah 393km. Keistimewaan dari pantai pangandaran adalah kita dapat melihat terbit dan tenggelamnya matahari dari satu lokasi yang sama Menakjubkan…!!



Selain bermain dan menikmati suasana pantai. Kita juga akan pergi cagar alam pangandaran. Di cagar alam pangandaran ini kita akan menyusuri hutan yang menyimpan sejuta pesona. Cagar alam seluas 1000 hektar memiliki berbagai flora dan fauna langka seperti bunga raflesia padma, banteng, rusa, dan berbagai jenis kera

Cagar alam Pangandaran  
  

disini juga terdapat pula goa-goa alam dan goa buatan seperti: Goa panggung, Goa Parat, Goa Sumur Mudal, Goa lanang dan goa jepang. Serta sumber air Rengganis, dan Pantai pasir putih serta taman laut. Di dalam goa alam kita dapat melihat stalaknit-stalaknit alam yang mempunyai bentuk aneh. kita dapat melihat batu yang menyerupai paha ayam, lalu ada batu kelamin yang konon katanya dapat memberikan jodoh bagi orang yang menyentuh batu tersebut, selain itu ada Karang yang bisa berbunyi jika dipukul-pukul.
terus ada batu kristal yang berkelap kelip, kemudian ada batu mirip onta, batu mirip kepala gajah, aneh-aneh bentuknya. Susur goa memberikan tantangan yang sangat menarik sekali
Lalu di dekat Daerah Pangandaran, terdapat sebuah daerah wisata yang cukup terkenal, yaitu green canyon. Disini kita dapat mengarungi sungai dengan menggunakan perahu. melawan arus sungai, Sesampai nya di akhir perjalanan, kita akan melihat sebuah Goa dengan stalaknit yang sangat indah. Anda juga dapat berenang terus masuk menyusuri sungai, disana kita akan dapat melihat keindahan yang lebih indah.



Anda tentunya tidak ingin pulang dengan tangan kosong bukan? Setelah berpetualang dan bersantai Di pangandaran kita dapat berbelanja. Apalagi jika anda mempunyai jiwa belanja yang kuat. Di Pangandaran banyak terdapat kios-kios yang menjual “oleh-oleh” siap untuk dibawa pulang. Mulai dari kios Temporary tattoo, Kios pakaian, pernak pernik khas pantai , sampai kios ikan asin menunggu untuk dikunjungi.

11 April 2012

STOP LAMP/ LAMPU BELAKANG MOTOR

 MALTESE CROSS CUZTOM
Harga : Rp. 300.000,-
 
 LUCAS REPLICA MT 110
Harga Rp. 350.000,-
 
 LUCAS REPLICA 525L
Harga Rp. 250.000,-
 
MILLER STOP CUSTOM
Harga Rp. 250.000 
 
 TWIN SQUARE STOPLAMP                   
Harga Rp. 200.000,-

 TWIN CIRCLE STOPLAMP 
Harga Rp. 150.000,-

 
BSA TAILLIGHT LUCAS REPLICA        
Harga Rp. 200.000,-

10 April 2012

CASING PC SIMBADA


Simbadda SIM COOL SMC-5816.

ATX Middle Tower, USB + Audio Front I/O, PSU 430W
Harga : 
Rp 525.000,00

Simbadda SIM COOL SMC-5885.

ATX Middle Tower, 4x 12cm Blue LED Fan, 2x USB, Audio, PSU 450W
Harga: 
Rp 590.000,00


Simbadda SIM COOL SMC-5817.

ATX Middle Tower, USB + Audio Front I/O, PSU 430W
Harga: 
Rp 525.000,00

SARINGAN BENSIN

     Saringan kaca ini dapat menyaring kotoran yang ada pada tangki bahan bakar  sehingga kotoran akan terpisah dari bahan bakar. Saringan ini dapat dibuka dan dibersikan dengan mudah. Dengan demikian karburator/injector menjadi lebih bersih. Dapat juga digunakan sebaga asesoris motor CB maupun motor-motor biasa.

Fungsinya saringan bensin
-supaya bensin bersih .
-supaya kotor-kotoran yang ada pada tangki motor gak masuk ke karburator
-kalo ada air ditangki , akan tersaring di filter dan tidak masuk ke karburator
-supaya carburator lebih bersih dan gak cepat kotor

 harga kurang lebih sekitar Rp 5.000

  harga kurang lebih sekitar Rp 75.000


harga kurang lebih sekitar Rp 300.000

 
 
 Filter Bensin Kitaco  
KITACO Racing Parts   
Rp.49.000









  harga kurang lebih sekitar 
Besar :: Rp 65.000
Kecil :: Rp 50.000

Tentang PlayStation Phone

Game Station
Rumor Sony sedang mengembangkan produk PlayStation Phone ternyata benar adanya. Beberapa waktu yang lalu gambar gadget yang merupakan perpaduan antara PlayStation dan Ponsel ini mulai beredar di internet. Melalui beberapa gambar terbaru yang menjadi bukti visualnya, diperoleh data spesifikasi bahwa ponsel ini bekerja dengan menggunakan OS Android 3.0 (Gingerbread) dengan prosesor Qualcomm MSM8655 1GHz dan memori sebesar 512MB RAM serta 1GB ROM.

Selain itu, ponsel ini tampil denganbrand Experia yang memang merupakan salah satu lini ponsel dari Sony Ericsson, sehingga dirumorkan perangkat ini akan disebut sebagai Xperia Play. PlayStation Phone hadir dengan ukuran layar 3,7-4,1 inci serta memiliki desain tombol kursor pada sisi kiri dan kanan yang mirip seperti PSPGo, yang dibuka secara geser. Menurut surat kabar Jepang, rencananya gadget ini akan dirilis terlebih dahulu di Amerika dan Eropa.

8 April 2012

Pantai Depok, Menikmati Makanan Ikan Laut Segar


          Di antara pantai-pantai lain di wilayah Bantul, Pantai Depok-lah yang tampak paling dirancang menjadi pusat wisata kuliner menikmati sea food. Di pantai ini, tersedia sejumlah warung makan tradisional yang menjajakan sea food, berderet tak jauh dari bibir pantai. Beberapa warung makan bahkan sengaja dirancang menghadap ke selatan, jadi sambil menikmati hidangan laut, anda bisa melihat pemandangan laut lepas dengan ombaknya yang besar.
Nuansa khas warung makan pesisir dan aktivitas nelayan Pantai Depok telah berkembang sejak 10 tahun lalu. Menurut cerita, sekitar tahun 1997, beberapa nelayan yang berasal dari Cilacap menemukan tempat pendaratan yang memadai di Pantai Depok. Para nelayan itu membawa hasil tangkapan yang cukup banyak sehingga menggugah warga Pantai Depok yang umumnya berprofesi sebagai petani lahan pasir untuk ikut menangkap ikan.
          Sejumlah warga pantai pun mulai menjadi "tekong", istilah lokal untuk menyebut pencari ikan. Para tekong melaut dengan bermodal perahu bermotor yang dilengkapi cadik. Kegiatan menangkap ikan dilakukan hampir sepanjang tahun, kecuali pada hari-hari tertentu yang dianggap keramat, yaitu Selasa Kliwon dan Jumat Kliwon. Di luar musim paceklik ikan yang berlangsung antara bulan Juni - September, jumlah hasil tangkapan cukup lumayan.
Karena jumlah tangkapan yang cukup besar, maka warga setempat pun membuka Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) yang kemudian dilengkapi dengan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) bernama Mina Bahari 45. Tempat pelelangan ikan di pantai ini bahkan menerima setoran ikan yang ditangkap oleh nelayan di pantai-pantai lain. Saat kami berkunjung, tempat pelelangan ini tengah ramai dikunjungi oleh para wisatawan.
          Seiring makin banyaknya pengunjung pantai yang berjarak 1,5 kilometer dari Parangtritis ini, maka dibukalah warung makan-warung makan sea food. Umumnya, warung makan yang berdiri di pantai ini menawarkan nuansa tradisional. Bangunan warung makan tampak sederhana dengan atap limasan, sementara tempat duduk dirancang lesehan menggunakan tikar dan meja-meja kecil. Meski sederhana, warung makan tampak bersih dan nyaman.
          Beragam hidangan sea food bisa dicicipi. Hidangan ikan yang paling populer dan murah adalah ikan cakalang, seharga Rp 8.000,00 per kilogram, setara dengan 5 - 6 ekor ikan. Jenis ikan lain yang bisa dinikmati adalah kakap putih dan kakap merah dengan kisaran harga Rp 17.000,00 - Rp 25.000,00 per kilogram. Jenis ikan yang harganya cukup mahal adalah bawal, seharga Rp 27.000,00 - Rp 60.000 per kilogram. Selain ikan, ada juga kepiting, udang dan cumi-cumi.
          Hidangan sea food biasanya dimasak dengan dibakar atau digoreng. Jika ingin memesannya, anda bisa menuju tempat pelelangan ikan untuk memesan ikan atau tangkapan laut yang lain. Setelah itu, anda biasanya akan diantar menuju salah satu warung makan yang ada di pantai itu oleh salah seorang warga. Tak perlu khawatir akan harga mahal, setengah kilo ikan cakalang plus minuman seperti yang kami cicipi, hanya dijual Rp 22.000,00 termasuk jasa memasak.
          Puas menikmati hidangan sea food, anda bisa keluar pantai dan berbelok ke kanan menuju arah Parangkusumo dan Parangtritis. Di sana, anda akan menjumpai pemandangan alam yang langka dan menakjubkan, yaitu gumuk pasir. Gumuk pasir yang ada di pantai ini adalah satu-satunya di kawasan Asia Tenggara dan merupakan suatu fenomena yang jarang dijumpai di wilayah tropis. Di sini, anda bisa menikmati hamparan pasir luas, bagai di sebuah gurun.
          Gumuk pasir yang terdapat di dekat Pantai Depok terbentuk selama ribuan tahun lewat proses yang cukup unik. Dahulu, ada beragam tipe yang terbentuk, yaitu barchan dune, comb dune, parabolic dune dan longitudinal dune. Saat ini hanya beberapa saja yang tedapat, yaitu barchan dan longitudinal. Angin laut dan bukit terjal di sebelah timur menerbangkan pasir hasil aktivitas Merapi yang terendap di dekat sungai menuju daratan, membentuk bukit pasir atau gumuk.
          Untuk menikmati hidangan laut sekaligus pemandangan gumuk pasir ini, anda bisa melalui rute yang sama dengan Parangtritis dari Yogyakarta. Setelah sampai di dekat pos retribusi Parangtritis, anda bisa berbelok ke kanan menuju Pantai Depok. Biaya masuk menuju Pantai Depok hanya Rp 4.000,00 untuk dua orang dan satu motor. Bila membawa mobil, anda dikenai biaya Rp 5.000,00 plus biaya perorangan.

Gambar PANTAI DEPOK
 






 

14 Maret 2012

Pantai Wediombo


     Sebuah imajinasi tentang pasir putih maha luas yang memungkinkan mata untuk leluasa meneropong ke berbagai sudut mungkin akan muncul bila mendengar pantai bernama Wediombo (wedi=pasir, ombo=lebar). Namun, sebenarnya pantai Wediombo tak mempunyai hamparan pasir yang luas itu. Bagian barat dan timur pantai diapit oleh bukit karang, membuat hamparan pasir pantai ini tak seluas Parangtritis, Glagah, atau mungkin Kuta.
Penduduk setempat memang mengungkapkan bahwa nama pantai ini yang diberikan oleh nenek moyang tak sesuai dengan keadaannya. Ada yang mengungkapkan, pantai ini lebih pantas menyandang nama Teluk Ombo, sebab keadaan pantai memang menyerupai teluk yang lebar. Terdapat batu karang yang mengapit, air lautnya menjorok ke daratan, namun memiliki luas yang lebih lebar dibanding teluk biasa.
     Tapi, di luar soal nama yang kurang tepat itu, Wediombo tetap menyuguhkan pemandangan pantai yang luar biasa. Air lautnya masih biru, tak seperti pantai wisata lainnya yang telah tercemar hingga airnya berwarna hijau. Pasir putihnya masih sangat terjaga, dihiasi cangkang-cangkang yang ditinggalkan kerangnya. Suasana pantai juga sangat tenang, jauh dari riuh wisatawan yang berjemur atau lalu lalang kendaraan. Tempat yang tepat untuk melepas jenuh.
Wediombo terletak di Desa Jepitu, Kecamatan Girisubo, Kabupaten Gunung Kidul. Pantai ini sangat mudah dijangkau bila sebelumnya telah datang ke Pantai Siung. Cukup kembali ke pertigaan di Tepus sebelum menuju ke Siung, kemudian belok kanan mengikuti alur jalan hingga menemukan papan petunjuk belok ke kanan untuk menuju Wediombo.
Letak pantai ini jauh lebih ke bawah dibanding daratan sekitarnya. Beberapa puluh anak tangga mesti dituruni dulu sebelum dapat menjangkau pantai dan menikmati keelokan panoramanya. Sambil turun, di kanan kiri dapat dilihat beberapa ladang penduduk setempat, rumah-rumah tinggal dan vegetasi mangrove yang masih tersisa. Lalu lalang penduduk yang membawa rerumputan atau merawat ternak di kandang juga bisa dijumpai.
Selain panorama pantai yang mengagumkan, Wediombo juga menawarkan pengalaman wisata unik, bahkan ekstrim, yaitu memancing di ketinggian bukit karang. Saat ini jenis wisata yang bermula dari kebiasaan memancing penduduk setempat ini tengah digemari oleh pehobi dari kota Yogyakarta dan Wonogiri. Menurut penuturan penduduk setempat pada kami, mendapatkan ikan ukuran besar adalah tujuan para pehobi itu.
Bukan hal mudah untuk memancing di bukit karang, sebab letaknya yang jauh dari pantai. Bukit karang itu baru bisa dijangkau setelah berjalan ke arah timur menyusuri bibir pantai, naik turun karang di tepian pantai yang terjal, licin dan kadang dihempas ombak besar, kemudian naik lagi hingga puncak bukit karang yang langsung berhadapan dengan laut lepas yang dalam. Bagi yang telah terbiasa saja, perjalanan menuju bukit karang bisa memakan waktu satu jam.
Namun, hasil yang luar biasa bisa dituai setelah mengalahkan segala rintangan itu. Penduduk setempat mengungkapkan, ikan-ikan berukuran besar sering didapat oleh para turis lokal. Minimal, pemancing akan mendapatkan ikan cucut, atau ikan panjo dalam istilah setempat. Ikan yang panjangnya setara dengan lengan manusia dewasa ini punya 2 jenis, yang berbentuk gilig (silinder) banyak ditemui pada musim kemarau, sementara yang gepeng (pipih) ditemui pada musim hujan.
Untuk memancing, modalnya hanya umpan berupa ikan teri yang bahkan bisa didapatkan di tepian pantai. Tinggal menggunakan pancing atau merentangkan jaring kecil, maka umpan bisa didapat. Murah dan mudah, bukan?
Bagi yang tak cukup punya nyali untuk menuju bukit karang, membeli ikan hasil pancingan mungkin adalah cukup memuaskan. Beberapa pemancing menjual ikan panjo hasil tangkapannya hanya seharga Rp 3.000,00 per ekor, atau kadang dijual per ikat berisi 5 - 6 ekor ikan seharga Rp 20.000. Beberapa warga menawarkan jasa memasak ikan bila ingin mencicipinya segera. Bila tidak, ikan bisa dibawa pulang mentah-mentah, tapi tentu cukup merepotkan.
Paket masakan ikan panjo goreng juga tersedia. Nasi, seekor ikan panjo goreng yang telah diiris kecil beserta sambal mentah dijual sangat murah, hanya Rp 7.000,00. Nasinya dihidangkan dalam bakul kecil, sementara sambalnya dalam cobek. Porsinya cukup banyak, bahkan untuk 2 orang. YogYES sempat mencoba masakan ini di warung yang berlokasi beberapa meter di atas tempat parkir. Ada juga landak laut goreng yang rasanya mirip daging ayam.
Pada saat-saat tertentu, anda bisa melihat upacara Ngalangi yang digelar oleh penduduk setempat. Upacara ini digelar sekali setahun, mirip upacara labuhan besar, tujuannya adalah mengungkapkan syukur pada Tuhan atas anugerah yang diberikan dan memohon rejeki lebih untuk masa mendatang. Anugerah yang dimaksud terutama adalah hasil tangkapan ikan yang jumlahnya lumayan, hingga bisa mencukupi kebutuhan.
Prosesi upacaranya cukup unik, dimulai dengan acara merentangkan gawar atau jaring yang dibuat dari pohon wawar. Jenis jaring ini konon digunakan untuk menangkap ikan sebelum adanya jaring dari senar yang dipakai sekarang. Gawar direntangkan dari bukit Kedongkowok hingga wilayah pasang surut pantai. Perentangan dilakukan saat air pasang, tujuannya adalah menjebak ikan yang terbawa ombak sehingga tak dapat kembali ke lautan.
Setelah air surut, ikan-ikan diambil. Warga kemudian sibuk membersihkan dan memasak ikan tangkapan. Sebagian kecil ikan dilabuh lagi ke lautan bersama nasi dan sesaji. Sebagian besar lainnya dibagi sesuai dengan jumlah keluarga penduduk setempat dan diantar ke rumah-rumah warga. Acara mengantar ikan ke rumah- rumah warga ini sering disebut kendurian besar, wujud kearifan lokal bahwa semua ikan adalah rejeki bersama.
Kecuali upacara Ngalangi, seluruh pesona pantai bisa dinikmati setiap harinya. Retribusi masuk pantai hanya Rp 5.000,00 untuk dua orang plus parkir kendaraan. Bila ingin bermalam atau menggelar sebuah acara yang dihadiri sekelompok kecil orang, terdapat sebuah gubug yang terletak tak jauh dari warung-warung yang berjejer di pantai. Sangat mengasyikkan dan mampu menebus rasa lelah ketika menuju ke pantai ini.

Gambar PANTAI WEDIOMBO



 

29 Februari 2012

Pantai Sadeng



Dahulu kala Sungai Bengawan Solo mengalir tenang dari hulunya di wilayah utara hingga bermuara di Pantai Sadeng yang kini berada di Kabupaten Gunung Kidul. Namun, empat juta tahun yang silam, sebuah proses geologi terjadi. Lempeng Australia menghujam ke bawah Pulau Jawa, menyebabkan dataran Pulau Jawa perlahan terangkat. Arus sungai akhirnya tak bisa melawan hingga akhirnya aliran pun berbalik ke utara. Jalur semula akhirnya tinggal jejak yang perlahan mengering karena tak ada lagi air yang mengalirinya. Wilayah ini menjadi kaya akan bukit-bukit kapur yang menurut beberapa penelitian, semula merupakan karang-karang yang berada di bawah permukaan laut.
Kini, bekas aliran sungai yang populer lewat lagu keroncong berjudul Bengawan Solo ciptaan Gesang itu menjadi objek wisata menarik. Tak ketinggalan Pantai Sadeng yang menjadi muaranya, selain menjadi objek wisata juga menjadi salah satu pelabuhan perikanan besar di Yogyakarta. Keduanya menjadi jejak geologi yang berharga. Beberapa waktu lalu, sempat diadakan paket wisata menyusuri jalur Bengawan Solo Purba hingga muaranya.
     Dalam perjalanan menuju Pantai Sadeng, beberapa ratus meter jalur aliran Bengawan Solo Purba bisa dinikmati pemandangannya. Jalur aliran itu bisa dilihat setelah sampai di dekat plang biru bertuliskan "Girisubo - Ibukota Kecamatan". Berhenti sejenak di pinggir jalan menuju pantai atau berjalan perlahan adalah cara paling tepat untuk menikmati pemandangan bekas aliran ini, sekaligus memberi kesempatan mengabadikannya dengan kamera.
Tampak dua buah perbukitan kapur yang tinggi memanjang mengapit sebuah dataran rendah yang semula adalah jalur aliran. Dataran rendah yang kini menjadi lahan berladang palawija penduduk setempat itu berkelok indah, memanjang sejauh 7 kilometer ke arah utara, hingga wilayah Pracimantoro di Kabupaten Wonogiri. Kelokannya membuat mata tergoda untuk menyusurinya ke utara hingga ke tempat pembalikan aliran sungainya.
Jalur aliran juga bisa disusuri ke arah selatan hingga bekas muaranya di Pantai Sadeng. Menurut penuturan salah seorang nelayan, muara Bengawan Solo Purba berada di pantai sebelah timur, wilayah yang kini termasuk areal pelabuhan perikanan. Meski demikian, penyusuran ke selatan tak akan seindah ke utara, sebab jalan yang menuju ke Pantai Sadeng tidak searah dengan jalur aliran sungai terbesar di Jawa itu.
Bila telah sampai ke pantainya, maka pemandangan berbeda akan dijumpai. Wilayah pantai juga telah mengalami perubahan, seperti jalur aliran yang kini menjadi ladang-ladang penduduk. Pantai Sadeng kini menjadi pelabuhan perikanan di Yogyakarta yang paling maju, terbukti dengan kelengkapan sarana pendukungnya, seperti perahu motor yang berukuran lebih besar, terminal pengisian bahan bakar, rumah pondokan nelayan hingga tempat pelelangan ikan dan koperasi.

Berkembangnya Sadeng sebagai pelabuhan ikan pun punya cerita tersendiri. Sekitar tahun 1983, serombongan nelayan ikan dari Gombong, Jawa Tengah datang ke tempat ini. Mereka menganggap Sadeng sangat berpotensi sebagai tempat melaut. Tantangannya cukup berat, bukan hanya karena ombak laut selatan yang besar, tetapi juga kepercayaan penduduk setempat yang tak memperbolehkan melaut dan wilayah pantai yang konon wingit.
Namun, salah satu nelayan bernama Pairo yang ditemui kami, mengungkapkan bahwa nelayan Gombong saat itu berkeyakinan, "Sopo Wae mlebu Sadeng Sedeng". Berarti, siapa saja berani tinggal di Sadeng akan diberi kekuatan untuk hidup. Akhirnya, bertahanlah serombongan nelayan dari Gombong itu, sedikit demi sedikit hingga hasil tangkapan ikan pun terus meningkat dan mereka mampu bertahan hidup.
Kemajuan pun terus dicapai. Tahun 1986, didirikan tempat pelelangan ikan dan dibangun pelabuhan yang dilengkapi mercusuar untuk mendukung aktivitas perikanan. Sekitar tahun 1989, berdiri sebuah koperasi untuk membantu para nelayan. Hingga akhirnya pada tahun 1995, berdiri kantor yang mengurus hasil tangkapan ikan sekaligus pondokan serupa rumah petak yang dikontrakkan untuk para nelayan.
Berkeliling ke penjuru pantai adalah cara untuk menikmati kemajuan perikanan di Sadeng. Akan tampak sekelompok nelayan yang membersihkan perahu, mengangkut ikan dari perahu ke tempat pelelangan, menggiling es batu untuk dimasukkan dalam kotak ikan sebelum didistribusikan, hingga ibu-ibu nelayan yang mengasuh anak-anak di pondokan. Seluruh warga pantai seolah sibuk dengan aktivitas perikanannya.
Selain itu, bisa juga menyusuri bibir pantai di sebelah timur dan menuju gundukan pasir yang berada di dekat mercusuar. Pemandangan laut lepas akan tampak jelas, beserta deburan ombaknya yang besar. Tak seperti pantai di Gunung Kidul umumnya, Sadeng tak banyak memiliki karang-karang raksasa sehingga pandangan mata tak akan terhalang. Kadang, bisa juga disaksikan perahu nelayan yang tengah melaut.
Mengunjungi Sadeng bagaikan menyaksikan sebuah proses evolusi. Selama perjalanan, bisa dikenang evolusi dataran rendah jalur aliran Bengawan Solo Purba dari tempat mengalirnya air hingga menjadi ladang palawija yang produktif. Sementara, mengunjungi pantainya seolah mengenang pantai yang semula muara sungai menjadi daerah sepi dan akhirnya berkembang menjadi pelabuhan perikanan terbesar di Yogyakarta.

Sekilas Gambar PANTAI SADENG
 



 

18 Januari 2012

Pantai Ngobaran


     Datang ke Pantai Ngrenehan dan menikmati ikan bakarnya belum lengkap kalau tak mampir di pantai sebelahnya, Ngobaran. Letak pantai yang bertebing tinggi ini hanya kurang lebih dua kilometer dari Pantai Ngrenehan. Tak jauh bukan? Penduduk Pantai Ngrenehan saja sering membicarakan dan mampir ke Pantai  Ngobaran, mengapa anda tidak?
Ngobaran merupakan pantai yang cukup eksotik. Kalau air surut, anda bisa melihat hamparan alga (rumput laut) baik yang berwarna hijau maupun coklat. Jika dilihat dari atas, hamparan alga yang tumbuh di sela-sela karang tampak seperti sawah di wilayah padat penduduk. Puluhan jenis binatang laut juga terdapat di sela-sela karang, mulai dari landak laut, bintang laut, hingga golongan kerang-kerangan.
     Tapi yang tak terdapat di pantai lain adalah pesona budayanya, mulai dari bangunan hingga makanan penduduk setempat. Satu diantaranya yang menarik adalah adanya tempat ibadah untuk empat agama atau kepercayaan berdiri berdekatan. Apakah itu bentuk multikulturalisme? Siapa tahu.
Bangunan yang paling jelas terlihat adalah tempat ibadah semacam pura dengan patung-patung dewa berwarna putih. Tempat peribadatan itu didirikan tahun 2003 untuk memperingati kehadiran Brawijaya V, salah satu keturunan raja Majapahit, di Ngobaran. Orang yang beribadah di tempat ini adalah penganut kepercayaan Kejawan (bukan Kejawen lho). Nama "Kejawan" menurut cerita berasal dari nama salah satu putra Brawijaya V, yaitu Bondhan Kejawan. Pembangun tempat peribadatan ini mengaku sebagai keturunan Brawijaya V dan menunjuk salah satu warga untuk menjaga tempat ini.
Berjalan ke arah kiri dari tempat peribadatan tersebut, Anda akan menemui sebuah Joglo yang digunakan untuk tempat peribadatan pengikut Kejawen. Saat kami berkunjung ke tempat ini, beberapa pengikut Kejawen sedang melakukan sembahyangan. Menurut penduduk setempat, kepercayaan Kejawen berbeda dengan Kejawan. Namun mereka sendiri tak begitu mampu menjelaskan perbedaannya.
Bila terus menyusuri jalan setapak yang ada di depan Joglo, anda akan menemukan sebuah kotak batu yang ditumbuhi tanaman kering. Tanaman tersebut dipagari dengan kayu berwarna abu-abu. Titik dimana ranting kering ini tumbuh konon merupakan tempat Brawijaya V berpura-pura membakar diri. Langkah itu ditempuhnya karena Brawijaya V tidak mau berperang melawan anaknya sendiri, Raden Patah (Raja I Demak).
Kebenaran cerita tentang Brawijaya V ini kini banyak diragukan oleh banyak sejarahwan. Sebabnya, jika memang Raden Patah menyerang Brawijaya V maka akan memberi kesan seolah-olah Islam disebarkan dengan cara kekerasan. Banyak sejarahwan beranggapan bahwa bukti sejarah yang ada tak cukup kuat untuk menyatakan bahwa Raden Patah melakukan penyerangan. Selengkapnya bagaimana, mungkin Anda bisa mencari sendiri.
Beberapa meter dari kotak tempat ranting kering tumbuh terdapat pura untuk tempat peribadatan umat Hindu. Tak jelas kapan berdirinya pura tersebut.
Di bagian depan tempat ranting tumbuh terdapat sebuah masjid berukuran kurang lebih 3x4 meter. Bangunan masjid cukup sederhana karena lantainya pun berupa pasir. Seolah menyatu dengan pantainya. Uniknya, jika kebanyakan masjid di Indonesia menghadap ke Barat, masjid ini menghadap ke selatan. Bagian depan tempat imam memimpin sholat terbuka sehingga langsung dapat melihat lautan. Ketika kami menanyakan pada penduduk setempat, tak banyak yang tahu tentang alasannya. Bahkan, penduduk setempat sendiri heran karena yang membangun pun salah satu Kyai terkenal pengikut Nahdatul Ulama yang tinggal di Panggang, Gunung Kidul. Sebagai petunjuk bagi yang akan sholat, penduduk setempat memberi tanda di tembok dengan pensil merah tentang arah kiblat yang sebenarnya.
Setelah puas terheran-heran dengan situs peribadatannya, Anda bisa berjalan turun ke pantai. Kalau datang pagi, maka pengunjung akan menjumpai masyarakat pantai tengah memanen rumput laut untuk dijual kepada tengkulak. Mereka biasanya menjual rumput laut dengan harga Rp 1.000 hingga Rp 1.500 per kilo. Hasilnya lumayan untuk mencukupi kebutuhan hidup mereka.
Namun, kalau datang sore, biasanya Anda akan menjumpai warga tengah mencari landak laut untuk dijadikan makanan malam harinya. Untuk bisa dimakan, landak laut dikepras dulu durinya hingga rata dan kemudian dipecah menggunakan sabit. Daging yang ada di bagian dalam landak laut kemudioan dicongkel. Biasanya warga mencari landak hanya berbekal ember, saringan kelapa, sabit, dan topi kepala untuk menghindari panas.
Landak laut yang didapat biasanya diberi bumbu berupa garam dan cabe kemudian digoreng. Menurut penduduk, daging landak laut cukup kenyal dan lezat. Sayangnya, tak banyak penduduk yang menjual makanan yang eksotik itu. Tapi kalau mau memesan, coba saja meminta pada salah satu penduduk untuk memasakkan. Siapa tahu, anda juga bisa berbagi ide tentang bagaimana memasak landak laut sehingga warga pantai Ngobaran bisa memakai pengetahuan itu untuk berbisnis meningkatkan taraf kehidupannya.
Lengkap bukan? Dari keindahan pantai, pesona tempat peribadatan hingga hidangan yang menggoda. Mungkin tak ada di tempat lain.

Sekilas penampakan PANTAI NGOBARAN
 







31 Desember 2011

TIPS TOURING YANG BAIK DAN BENAR

Touring menggunakan sepeda motor memang terasa menyenangkan, melakukan perjalanan jarak jauh menggunakan motor. Tapi seringkali terjadi kasus para rider berlaku arogan dalam melakukan perjalanan, Dengan iringan puluhan kendaraan bermotor membuat ego semakin tinggi. Tentu saja hal pertama yang harus kita pegang dalam melakukan touring menggunakan sepeda motor supaya aman dan nyaman adalah mematuhi peraturan lalu lintas serta menghargai para pengguna jalan lainnya, jangan sampai berlaku arogan.berikut ini 8 tips touring yang baik dan aman.
Melakukan petualangan perjalanan jarak jauh alias touring dengan sepeda motor bisa menjadi sarana rekreasi guna melepas kepenatan dan stres setelah setiap hari bekerja keras. Menikmati sensasi mengendalikan “si kuda besi” di berbagai jenis lintasan jalan yang dilalui tak hanya memberikan tantangan tersendiri, tapi juga menghibur.
Terlebih bila sepanjang jalan yang dilalui memiliki panorama yang indah. Namun, dengan catatan, semua kenyamanan dan keasyikan petualangan itu akan kita dapatkan manakala mengikuti kaidah touring yang benar.
“Bila tidak mengikuti kaidah-kaidah teknik yang benar dan aspek keamanan yang tepat, kegiatan yang menyenangkan itu justru akan menjadi petaka.
Kegiatan touring bisa Anda lakukan sendiri atau solo touring dan secara berkelompok atau grup touring. Namun dua cara itu tetap harus memperhatikan kaidah-kaidah yang tak berbeda.
Lantas seperti apa kaidah itu? Apa saja yang harus diperhatikan? Berikut penjelasan keduanya.

1. Pastikan kondisi sepeda motor prima
Kondisi motor yang digunakan sangat menentukan kesuksesan perjalanan. Tak cuma itu, bila di sepanjang perjalanan hanya disibukkan dengan urusan memperbaiki sepeda motor, tidak akan bisa menikmati prosesi dan keasyikan sensasi berkendara.
“Meski ada sebagian orang melihat itu sebagai bagian tantangan saat motor mereka bermasalah, sejujurnya kondisi seperti itu bisa mengurangi keasyikan touring.
Karena itu,saya menyarankan untuk mempersiapkan motor jauh hari sebelum perjalanan, mulai dari filter udara, oli, sistem pembakaran, rem, suspensi, hingga lampu. “Pastikan semuanya dalam kondisi bagus.
Namun, itu saja tak cukup. Anda sebaiknya juga memeriksa kembali motor saat melakukan istirahat. Maklum, jarak jauh yang harus ditempuh dan berbagai karakter jalanan yang dilibas bisa saja berpengaruh terhadap kondisi motor.
Lantaran itulah, meski motor tak menunjukkan gejala masalah, lakukanlah pemeriksaan. Bila ditemukan masalah, segera putuskan apakah bisa ditangani sendiri atau harus dibawa ke bengkel.

2. Lakukan pemanasan riding
Setelah ritual mempersiapkan dan pemeriksaan sepeda motor dilakukan, langkah selanjutnya adalah melakukan pemanasan berkendara. Kendarailah motor 10-15 menit di jalanan di sekitar Anda.
Selain untuk memastikan kondisi kendaraan, cara itu juga untuk menyesuaikan diri Anda dengan kondisi motor pasca dilakukan penyesuaian. Dengan begitu, meski setiap hari mengendarainya, namun bila ada perubahan Anda tak bingung.
Setelah pemanasan itu lakukan senam ringan guna melemaskan otot-otot. Selain melancarkan sirkulasi darah, senam ringan selama 10-15 menit itu juga untuk melemaskan otot-otot, sehingga menunjang kemampuan saraf motorik saat melakukan gerakkan reflek di setiap manuver yang Anda lakukan.

3. Jangan lupa berdoa
Meski memiliki keterampilan yang sangat tinggi dalam memacu kendaraan serta didukung oleh sepeda motor yang canggih dengan kondisi yang prima, jangan lupakan berdoa. Mintalah perlindungan kepada Tuhan agar perjalanan lancar dan selamat.
Jangan lupa minta izin ke orang-orang terdekat dan minta didoakan.

4. Jaga emosi dan bersikap rasional
Setelah mempersiapkan diri dengan pemanasan dan berdoa, siapkan kendaraan dengan menghidupkan mesin serta menyalakan lampu. Satu hal yang wajib Anda ingat adalah menjaga emosi dan bersikap rasional di sepanjang perjalanan, terutama dalam menghadapi pengguna jalan lain yang tidak hirau dengan adab dan etika berlalu lintas.
“Maksudnya, jika ada pengguna jalan lain menyerobot jalur kita meski dari arah yang sama atau dari arah yang berlawanan sebaiknya mengalah. Istilahnya sing waras ngalah (yang waras mengalah). Tetaplah menepi di sisi kiri.
Dengan bersikap seperti itu kita bukan hanya menghindarkan diri sendiri dari risiko, tapi juga orang lain. Pasalnya, di sekitar kita, baik di samping maupun belakang, juga juga ada pengguna jalan lain. Bila kita bermasalah akibat ulah tak beretika oknum pengguna jalan lain, mereka juga akan merasakan akibatnya.
Di situlah perlunya kita tetap bersikap rasional. Ingat, jangan terpancing provokasi orang yang tidak beretika karena mereka tentu tidak menggunakan akal yang sehat.

5. Pastikan jalan yang kita lalui aman
Memang, belum tentu kita mengenal medan yang bakal kita lalui dengan pasti. Namun, sebagai pedoman, Anda bisa memperkirakan seperti apa jalanan yang akan Anda lalui. Terlebih bila jalanan tersebut merupakan wilayah perbukitan yang memiliki tanjakan dan turunan tajam, berkelok, serta licin.
“Melintasi jalanan seperti itu, jangan gunakan teori seperti di sirkuit. Jangan mengikuti racing line atau lintasan ideal. Jalanan bukanlah sirkuit. Terlebih jalanan berliku.
Sebaiknya tetap berada di jalur lintasan kita. Jangan lupa kerap memainkan lampu jauh dan dekat serta membunyikan klakson setiap akan melintasi tikungan atau kelokan agar pengguna jalan dari arah berlawan mengetahui keberadaan Anda.

6. Pertimbangkan dengan saksama: perjalanan malam atau siang hari
Hal lain yang juga harus Anda pertimbangkan dengan matang sebelum melintasi suatu wilayah yang belum Anda kenal adalah: apakah menempuh perjalanan pada malam atau siang hari. Pertimbangkan aspek keamanan dari tindak kejahatan ataupun keamanan secara teknis baik dari sisi kendaraan maupun kondisi jalan.
Perjalanan malam hari memang cukup nyaman, selain sedikit orang atau kendaraan yang berlalu lalang juga lebih sedikit atau jarang, udara yang dingin atau sejuk tak membuat kita cepat lelah.
Tetapi pastikan kondisi badan Anda, bila kantuk mulai menyergap, lelah mulai terasa, sebaiknya menunda saja perjalanan. “Terlebih bila wilayah yang Anda lalui juga rawan tindak kejahatan.
Namun bila memilih jalan pada siang hari, pastikan juga Anda tetap bersikap rasional. Bila tidak paham jalanan terutama di wilayah perbukitan atau pegunungan, ikutilah para pengendara kendaraan yang merupakan penduduk setempat wilayah itu.
“Sebab, biker lokal umumnya telah hafal berbagai lintasan, mulai dari kelokan hingga turunan dan tanjakan yang rawan kecelakaan. Tapi, sekali lagi, bila ternyata mereka tak rasional ya kita tinggalkan saja.

7. Tetap waspada di lintasan datar dan jembatan
Pada umumnya, para pengguna jalan akan menggeber kendaraannya bila melintasi lintasan atau jalanan yang berkarakter datar. Meski akan melibas tikungan mereka tetap saja terbuai dengan asyiknya melaju dengan kecepatan tinggi.
Sebaiknya Anda berpikir ulang bila ingin mengikuti cara seperti itu. Memacu kecepatan boleh saja, asal jalanan benar-benar aman. Pastikan pada lintasan tersebut bukan wilayah yang merupakan permukiman penduduk yang padat dengan banyak perempatan atau pertigaan.
Pastikan pula lintasan tersebut tidak berpasir atau berkerikil. Pasalnya, lintasan dengan kondisi seperti itu rawan menyebabkan motor tergelincir. “Waspadai pula tidak ada ceceran oli, minyak, serta zat cair lain yang licin.
Begitu pun kala akan melintasi sebuah jembatan. Sebab, pada umumnya, permukaan jembatan lebih tinggi dari permukaan jalan. Pada sisi lain, tepat di ujung sambungan antara jembatan dan jalan sering tidak rapi alias banyak celah atau lubang, sehingga berpotensi menimbulkan kecelakaan.

8. Istirahat dan jaga konsistensi putaran mesin motor
Meski perjalanan mengasyikkan, jangan lupa beristirahat. Jangan pernah mematok target waktu harus sampai tempat yang dituju. Jadikan prosesi perjalanan merupakan bagian dari wisata atau rekreasi, sehingga Anda benar-benar menikmatinya. Untuk itu, beristirahatlah setiap perjalanan telah mencapai tiga atau empat jam.
Jadi selain menjaga kondisi motor terhindar dari overheat mesin, jaga pula kebugaran tubuh Anda. Bila motor prima dan kondisi tubuh segar, perjalanan pun menyenangkan. Tujuan Anda menjadikan touring sebagai rekreasi petualangan dan petualangan rekreasi pun tercapai.
Selain itu, agar motor tak boros bahan bakar, sebaiknya Anda jaga laju motor dengan tingkat putaran mesin (RPM-rotation per minute) seperti rekomendasi pabrikan. Pasalnya, dengan cara itu konsumsi bahan bakar berada pada posisi paling optimal dan mesin juga tidak terlalu terforsir.

sumber :
id.wikipedia.org

25 Desember 2011

Tips Aman Naik Sepeda Motor

TIPS BAIK MOTOR JARAK JAUH
naik-sepeda-motor-jarak-jau
SEPEDA motor menjadi kendaraan yang diandalkan untuk melawan kemacetan. Bentuknya yang ramping memudahkan pengemudinya untuk berkendara dengan lebih tangkas dan cepat.
Tapi bagaimana jika sepeda motor dikendarai dengan jarak yang cukup jauh?
1. Kapasitas muatan
Hal pertama yang perlu diperhatikan saat mengendarai sepeda motor ialah kapasitas muatan. Sepeda motor masih dapat diandalkan jika hanya dikendarai oleh dua orang, tapi akan terasa menyulitkan jika Anda membawa barang secara berlebihan. Membawa barang dalam jumlah banyak akan menambah berat kendaraan sehingga lebih sulit untuk dikendalikan.
2. Tidak membawa anak-anak
Pikir dua kali sebelum membawa si kecil naik sepeda motor dengan jarak yang cukup jauh. Tubuh anak lebih rentan terhadap cuaca panas, dingin, apalagi hujan. Anak juga lebih mudah kelelahan daripada orang dewasa. Jika Anda harus membawa si buah hati pertimbangkan untuk beralih ke moda transportasi lain.
3. Perhatikan kondisi motor
Sebelum melakukan perjalanan, periksa kondisi motor ke bengkel terpercaya. Pastikan motor sudah cukup prima untuk menempuh perjalanan jauh di segala cuaca dan kondisi jalan. Periksa rem, lampu, dan komponen mesin lainnya agar terhindar dari kecelakaan atau mogok di jalan.
4. Siapkan kelengkapan berkendara
Baik pengendara maupun penumpang perlu menggunakan kelengkapan berkendara, seperti helm, jaket, sarung tangan, dan sepatu yang cukup tangguh. Siapkan pula surat-surat identitas, seperti KTP, SIM, dan STNK. Bawa serta jas hujan untuk berjaga-jaga jika terjadi hujan.
5. Istirahat
Jika perjalanan cukup jauh, luangkan waktu setiap 3-4 jam untuk beristirahat di rest area sekitar. Manfaatkan waktu istirahat untuk buang air dan meluruskan kaki yang pegal akibat terlalu lama duduk.


TIPS NAIK MOTOR MALAM HARI

Berkendara sepeda motor pada malam hari membutuhkan perhatian yang jauh lebih istimewa ketimbang berkendara di siang hari. Seperti apa?
Berkendara di malam hari, selain jarak pandang yang terbatas, juga penerangan yang sering kali tidak memadai. Oleh karena itu banyak hal yang harus diperhatikan jika kita harus berkendara pada malam hari.
Berikut adalah tips berkendara sepeda motor di malam hari yang harus diperhatikan.
1. Penglihatan
Salah satu hambatan yang sulit untuk diatasi pada sepeda motor adalah cahaya lalu lintas yang lewat dari arah yang berlawanan. Bahayanya jika Anda melihat cahaya kendaraan yang berlawanan secara langsung dapat menyebabkan kaburnya penglihatan.
Karena itu Anda harus membiasakan diri untuk mengalihkan pandangan untuk tidak menatap langsung sorotan lampu mobil. Ini adalah hal penting yang harus Anda latih agar terbiasa.
2. Visor atau Kaca Helm
Jika Anda harus melanjutkan perjalanan untuk berkendara di malam hari, masalah ini sering kali kita temukan di saat memakai helm dengan kaca gelap. Penggunaan kaca semacam ini pada helm, justru mengurangi ketajaman penglihatan.
Sebelum terjebak dalam situasi seperti ini, kita harus mengganti kaca helm dengan yang bening atau menggunakan yang adaptif.
3. Visibilitas
Untuk menghindari motor Anda ditabrak oleh kendaraan lain, gunakanlah jaket pelindung dan helm dengan warna atau motif yang terang. Selain itu, bisa juga menggunakan tape reflektif pada sisi velg roda Anda, spakbor belakang atau jok.
Solusi lain juga bisa dengan tambahan lampu belakang, karena jika Anda mengendarai motor hitam dan Anda menggunakan atribut serba hitam, tambahan lampu ini akan menjadi penting.
4. Trik Berkendara
Prosedur yang paling sering adalah di antara pengendara lain pada malam hari untuk mengambil keuntungan dari penerangan tambahan. Dengan cara ini Anda dapat mengamati jalan dengan lebih baik dan dapat mengetahui dengan mudah jika ada lubang pada jalan dan dapat menghindarinya.
Fleksibilitas tentang posisi jalur adalah hal yang harus dipertimbangkan juga. Dengan mengatur kecepatan dan jalur yang berubah akan membantu menciptakan ruang lebih banyak di sekitar Anda jika harus menghindari masalah yang terjadi.
5. Selalu Konsentrasi
Tips yang terakhir adalah tetap menjaga perilaku Anda untuk tetap tenang dan konsentrasi dalam berkendara di malam hari.

6. Jaga jarak aman Jaga jarak aman kendaraan Anda dengan pengendara lain karena pada saat hujan jarak aman pengereman kendaraan membutuhkan jarak yang lebih jauh daripada kondisi jalanan yang kering.

Read more at: http://ciricara.com/2012/11/21/ciricara-cara-aman-mengendarai-motor-saat-hujan/
Copyright © CiriCara.

Popular Posts

About

Foto Saya
Afif Rahma
yogyakarta, jogja, Indonesia
Lihat profil lengkapku

Followers