Terima Kasih Atas Kunjungan Anda

Thank you for your visit

Terima Kasih Atas Kunjungan Anda

Thank you for your visit

Terima Kasih Atas Kunjungan Anda

Thank you for your visit

Terima Kasih Atas Kunjungan Anda

Thank you for your visit

Terima Kasih Atas Kunjungan Anda

Thank you for your visit

20 Desember 2011

SEJARAH MOTOR HONDA CB

 SEJARAH MOTOR HONDA CB


Honda CB pertama kali masuk ke Indonesia tahun 1971 dengan kode Honda CB 100 K1 oleh PT Federal Motor karena perusahaan tersebut memang baru didirikan 11 Juni 1971. Sebelum CB, tipe sepeda motor yang pertama kali di produksi AHM adalah tipe bisnis S 90 Z bermesin  4 tak dengan kapasitas 90cc.  Memproduksi disini sebenarnya hanya merakit, karena pada saat itu PT Federal Motor masih mengimpor komponennya dari Jepang dalam bentuk CKD (completely knock down).
Kebijakan pemerintah dalam hal lokalisasi komponen otomotif mendorong PT Federal Motor memproduksi berbagai komponen sepeda motor di dalam negeri melalui beberapa anak perusahaan, diantaranya;
PT Honda Federal (1974) memproduksi komponen-komponen dasar sepeda motor Honda seperti rangka, roda, knalpot dsb.
PT Showa Manufacturing Indonesia (1979) khusus memproduksi peredam kejut
PT Honda Astra Engine Manufacturing (1984) memproduksi mesin sepeda motor
PT Federal Izumi Manufacturing (1990) khusus memproduksi piston
Pada tahun 2000 PT Federal Motor dan anak-anak perusahaan di-merger menjadi satu dengan nama PT Astra Honda Motor, dengan komposisi saham 50% PT Astra International Tbk dan 50% Honda Motor Co. Japan.
Saat ini AHM memiliki 3 fasilitas pabrik perakitan ;
Pabrik pertama berlokasi Sunter, Jakarta Utara yang berfungsi sebagai kantor pusat.
Pabrik kedua berlokasi di Pegangsaan Dua, Kelapa Gading.
Pabrik ketiga sekaligus pabrik paling mutakhir berlokasi di kawasan MM 2100 Cikarang Barat, Bekasi.  Pabrik ini merupakan fasilitas pabrik perakitan terbaru yang mulai beroperasi sejak tahun 2005.
Pada tahun 2007, AHM menempati ranking pertama penjualan sepeda motor di Indonesia dan tingkat ASEAN dengan produksi ke-20 jutanya.  Pada tingkat dunia, AHM menempati ranking 3 setelah pabrik sepeda motor Honda di Cina dan India.
Ada banyak tipe CB yang dikeluarkan Honda tetapi tidak semua tipe tersedia di tiap negara.  Di Indonesia, jenis CB yang diintroduksi adalah CB 100cc, 125 cc, 175 cc, dan 200 cc.  Tiga tipe terakhir tersedia pula dalam silinder ganda, namun di Indonesia CB100 dan CB 125 mesin tunggal lebih populer karena harganya yang murah, perawatannya mudah, dan fleksibel untuk dimodifikasi.  Honda CB 100 K1 masuk Indonesia tahun 1971, sedangkan Honda CB 100 K2 masuk Indonesia tahun 1972.  Dalam kurun waktu satu dasa warsa (1971-1981) jumlah total penjualan Honda CB di tanah air mencapai 600 ribu unit.

Berikut ini adalah ulasan CB 100, CB 125, CB 175, dan CB 200 ;

CB 100
CB 100 K-0
(1970 Super Sport CB 100)

  • Tersedia dalam 3 warna dengan variasi strip putih di tangki bahan bakarnya, yaitu : Candy Blue Green, Candy Ruby Red, dan Candy Gold.
  • Tutup sok depan bagian atas , tutup sok belakang, dan batok lampu sama dengan warna tanki
  • Warna fendernya krom
  • Mesin satu silinder 99 cc, OHC, 5 kecepatan, 1 silinder
  • No serial mulai dari CB100-100001
  • Terbukti sebagai sepeda motor dan mesin yang sangat handal, tahan hingga bermil-mil dalam rpm tinggi dengan mengangkut beban berat.

CB 100 K-1
(1971 Super Sport CB 100)
Tidak ada perubahan pada mesin di tipe ini, cuma berbeda warna cat tangki dan tambahan besi krom di joknya.
  • Tersedia 3 variasi warna : Crystal Blue Metallic, Candy Ruby Red, dan Candy Gold
  • Setengah bagian kebawah dari tangki berwarna putih
  • Emblem “CB100” pada tutup dop kiri kanan terbuat dari plastik
  • Terdapat trim warna krom pada joknya
  • Tutup sok depan bagian atas , tutup sok belakang, dan batok lampu sama dengan warna tanki
  • Spakbor krom
  • No serial mulai dari CB100-200001
  • Kategori : Klasik
  • Rating : 75.9 dari skala 100.
  • Kapasitas : 99.00 ccm (6.04 cubic inches)
  • Tipe mesin : Satu silinder, 4 tak
  • Tenaga : 11.50 HP (8.4 kW)) @ 10500 RPM
  • Kecepatan maksimal : 110.0 km/h (68.4 mph)
  • Kompresi : 9.5:1
  • Bore x stroke:50.5 x 49.5 mm (2.0 x 1.9 inches)
  • Valves per silinder : 2
  • Fuel control : OHC
  • Sistem pendingin : Udara
  • Gearbox : 5 Kecepatan
  • Tipe transmisi, drive akhir : Rantai
  • Dimensi ban depan : 2.50-18
  • Dimensi ban belakang : 2.75-18
  • Rem depan : Expanding brake
  • Rem belakang : Expanding brake
  • Berat termasuk oli, bensin, dll : 92.0 kg (202.8 pounds)
  • Kapasitas tanki : 10.00 litres (2.64 gallons)


 

CB 100 K-2
(1972 Super Sport CB 100/di Indonesia dikenal sebagai CB Gelatik)

Perbedaan pada versi ini adalah warna cat tangki dan emblem CB 100 yang diperbesar dan berada di tengah.  Sebenarnya pada mesin juga tidak ada perubahan, tapi ada 1 keunikan dari CB ini yang sudah menjadi incaran banyak penggemar CB yaitu model tangki bensinnya, yang mana tutupnya bukan berada di tengah bagian atas tangki tetapi di bagian atas sebelah kanan.
  • Tersedia 2 variasi Warna : Putih kombinasi Light Scarlet Red, dan Putih kombinasi Aquarius Blue
  • Pada sisi samping tangki bagian atas terdapat warna merah atau biru, sedangkan bawahnya Hitam
  • Lambang striping segitiga pada dop kiri kanan berwarna sesuai dengan warna dasar merah atau biru Lambang sisi segitiga penutup juga  cocok merah atau biru.
  • Tutup sok depan bagian atas , tutup sok belakang, dan batok lampu berwarna Hitam
  • No serial mulai dari CB100-1200001
  • Kategori : Klasik
  • Rating:72.8 dari skala 100.
  • Kapasitas:99.00 ccm (6.04 cubic inches)
  • Tipe mesin : Satu silinder, 4 tak
  • Tenaga : 11.50 HP (8.4 kW)) @ 10500 RPM
  • Kecepatan maksimal : 110.0 km/h (68.4 mph)
  • Kompresi : 9.5:1
  • Bore x stroke:50.5 x 49.5 mm (2.0 x 1.9 inches)
  • Valves per silinder : 2
  • Fuel control : OHC
  • Sistem pendingin : Udara
  • Gearbox : 5 Kecepatan
  • Tipe transmisi, drive akhir : Rantai
  • Dimensi ban depan : 2.50-18
  • Dimensi ban belakang : 2.75-18
  • Rem depan : Expanding brake
  • Rem belakang : Expanding brake
  • Berat termasuk oli, bensin, dll : 92.0 kg (202.8 pounds)
  • Kapasitas tanki : 10.00 litres (2.64 gallons)



CB 100 K-3
  • Model:Honda CB 100 Year:1973Category: Classic
  • Rating:66.2 out of 100.
  • Displacement:99.00 ccm (6.04 cubic inches)
  • Engine type:Single cylinder, four-stroke
  • Power:11.50 HP (8.4 kW)) @ 10500 RPM
  • Top speed:110.0 km/h (68.4 mph)
  • Compression:9.5:1
  • Bore x stroke:50.5 x 49.5 mm (2.0 x 1.9 inches)
  • Valves per cylinder:2
  • Fuel control:OHC
  • Cooling system:Air
  • Gearbox:5-speed
  • Transmission type,final drive:Chain
  • Front tyre dimensions:2.50-18
  • Rear tyre dimensions:2.75-18
  • Front brakes:Expanding brake
  • Rear brakes:Expanding brake
  • Weight incl. oil, gas, etc:92.0 kg (202.8 pounds)
  • Fuel capacity:10.00 litres (2.64 gallons)
  • Model:Honda CB 100 Year:1974
  • Category:Allround
  • Rating:66.5 out of 100.
  • Displacement:99.00 ccm (6.04 cubic inches)
  • Engine type:Single cylinder, four-stroke
  • Power:11.50 HP (8.4 kW)) @ 10500 RPM
  • Top speed:110.0 km/h (68.4 mph)
  • Compression:9.5:1
  • Bore x stroke:50.5 x 49.5 mm (2.0 x 1.9 inches)
  • Valves per cylinder:2
  • Fuel control:OHC
  • Cooling system:Air
  • Gearbox:5-speed
  • Transmission type,final drive:Chain
  • Front tyre dimensions:2.50-18
  • Rear tyre dimensions:2.75-18
  • Front brakes:Expanding brake
  • Rear brakes:Expanding brake
  • Weight incl. oil, gas, etc:92.0 kg (202.8 pounds)
  • Fuel capacity:10.00 litres (2.64 gallons)
  • Model:Honda CB 100 SS Year:1975
  • Category:Classic
  • Rating:40.7 out of 100.
  • Displacement:99.00 ccm (6.04 cubic inches)
  • Engine type:Single cylinder, four-stroke
  • Power:11.50 HP (8.4 kW)) @ 10500 RPM
  • Top speed:110.0 km/h (68.4 mph)
  • Compression:9.5:1Bore x stroke:50.5 x 49.5 mm (2.0 x 1.9 inches)
  • Valves per cylinder:2
  • Fuel control:OHC
  • Cooling system:Air
  • Gearbox:5-speed
  • Transmission type,final drive:Chain
  • Front tyre dimensions:2.50-18
  • Rear tyre dimensions:2.75-18
  • Front brakes:Expanding brake
  • Rear brakes:Expanding brake
  • Weight incl. oil, gas, etc:92.0 kg (202.8 pounds)
  • Fuel capacity:7.50 litres (1.98 gallons)



CB 100 THN 1974
  • Model:Honda CB 100 Year:1974
  • Category:Allround
  • Rating:66.5 out of 100.
  • Displacement:99.00 ccm (6.04 cubic inches)
  • Engine type:Single cylinder, four-stroke
  • Power:11.50 HP (8.4 kW)) @ 10500 RPM
  • Top speed:110.0 km/h (68.4 mph)
  • Compression:9.5:1
  • Bore x stroke:50.5 x 49.5 mm (2.0 x 1.9 inches)
  • Valves per cylinder:2
  • Fuel control:OHC
  • Cooling system:Air
  • Gearbox:5-speed
  • Transmission type,final drive:Chain
  • Front tyre dimensions:2.50-18
  • Rear tyre dimensions:2.75-18
  • Front brakes:Expanding brake
  • Rear brakes:Expanding brake
  • Weight incl. oil, gas, etc:92.0 kg (202.8 pounds)
  • Fuel capacity:10.00 litres (2.64 gallons)
  • Model:Honda CB 100 SS Year:1975
  • Category:Classic
  • Rating:40.7 out of 100.
  • Displacement:99.00 ccm (6.04 cubic inches)
  • Engine type:Single cylinder, four-stroke
  • Power:11.50 HP (8.4 kW)) @ 10500 RPM
  • Top speed:110.0 km/h (68.4 mph)
  • Compression:9.5:1Bore x stroke:50.5 x 49.5 mm (2.0 x 1.9 inches)
  • Valves per cylinder:2
  • Fuel control:OHC
  • Cooling system:Air
  • Gearbox:5-speed
  • Transmission type,final drive:Chain
  • Front tyre dimensions:2.50-18
  • Rear tyre dimensions:2.75-18
  • Front brakes:Expanding brake
  • Rear brakes:Expanding brake
  • Weight incl. oil, gas, etc:92.0 kg (202.8 pounds)
  • Fuel capacity:7.50 litres (1.98 gallons)
  • Model:Honda CB 100 N Year:1981
  • Category:Naked bike
  • Rating:58.7 out of 100.
  • Engine and transmission
  • Displacement:99.00 ccm (6.04 cubic inches)
  • Engine type:Single cylinder, four-stroke
  • Power:11.50 HP (8.4 kW)) @ 10500 RPM
  • Top speed:96.6 km/h (60.0 mph)
  • Valves per cylinder:2
  • Fuel system:Carburettor
  • Fuel control:OHC
  • Cooling system:Air
  • Gearbox:5-speed
  • Transmission type,final drive:Chain
  • Exhaust system:Single Stainless Steel
  • Chassis, suspension, brakes and wheels
  • Front brakes:Single disc
  • Rear brakes:Expanding brake (drum brake)
  • Starter:Kick
  • Service Infromation
  • Front Fork Oil cc (right leg) : 75
  • Front Fork Oil cc (left leg) : 75
  • Fork oil grade : 10W Fork oil grade : 10W
  • Valve Clearance Cold – Inlet : 0.05 mm
  • Valve Clearance Cold – Exhaust : 0.05 mm
  • Tyre Pressure Front Bar / psi : 1.75 – 25
  • Tyre Pressure Back Bar / psi : 2.0 – 28
  • Tyre Pressure Front – Pillion Bar / psi : 1.75 – 25
  • Tyre Pressure Back – Pillion Bar / psi : 2.8 – 40
  • Engine Oil Grade SAE : 10W/40
  • Engine Oil quantity (litres) : 1
  • Spark Plugs Gap (mm) : 0.6 – 0.7 Idle
  • Speed (rpm) : 1300
  • Points Gap mm : 0.3 – 0.4 Float Height : 12.5 mm
  • Brakes Front Disc Rear Drum
  • Dimensions Length 1875 mm
  • Width 665 mm Height 1015 mm
  • Wheelbase 1195 mm
  • Ground Clearance 145 mm
  • Dry Weight 98 kgs Fuel Capacity 11 litres
  • Electrics Voltage 6v
  • Spark Plugs NGK DR8EIX – DR8ES
  • Bulb-Headlight 35/35W
  • Battery 6 amp hour
  • Engine Type Air Cooled 4 Stroke SOHC Single
  • Bore x Stroke 50.5 x 49.5 mm
  • Compression Ratio 9.0:1
  • Displacement 99 cc
  • No. of Valves 2
  • Starting kick
  • Carburation 22mm Keihin
  • Carburation Main Jet 100
  • Pilot Screw Setting 2.5 turns
  • Transmission Clutch Type Wet multi-plate type
  • Sprocket front 16
  • Sprocket rear 36
  • Chain Number of Links 100
  • Transmission 5-speed constant mesh Misc. Motorcycle
  • Style ROADSTER
  • Frame Open Diamond
  • Type Power
  • Max Power Output 10.5 BHP/7.8 kW
  • Suspension Front 115 mm Travel 27mm
  • Telescopic forks Rear Twin Shock Forked Swinging Arm Tyres
  • Front 275-18 Tubed
  • Rear 300-17 Tubed


CB 125

  • Model:Honda CB 125 Year:1970
  • Category:Touring
  • Rating:60.1 out of 100.
  • Displacement:125.00 ccm (7.63 cubic inches)
  • Engine type:Twin, four-stroke
  • Power:15.00 HP (10.9 kW)) @ 10500 RPM
  • Top speed:121.0 km/h (75.2 mph)
  • Compression:9.4:1
  • Bore x stroke:44.0 x 41.0 mm (1.7 x 1.6 inches)
  • Valves per cylinder:2
  • Fuel control:OHC
  • Cooling system:Air
  • Gearbox:5-speed
  • Transmission type,final drive:Chain
  • Front tyre dimensions:2.50-18
  • Rear tyre dimensions:2.75-18
  • Front brakes:Expanding brake
  • Rear brakes:Expanding brake
  • Weight incl. oil, gas, etc:134.0 kg (295.4 pounds) 
  • Fuel capacity:10.00 litres (2.64 gallons)

CB 125
  • Model:Honda CB 125 Year:1971
  • Category:Classic
  • Rating:69.9 out of 100.
  • Displacement:125.00 ccm (7.63 cubic inches)
  • Engine type:Twin, four-stroke
  • Power:15.00 HP (10.9 kW)) @ 10500 RPM
  • Top speed:121.0 km/h (75.2 mph)
  • Compression:9.4:1
  • Bore x stroke:44.0 x 41.0 mm (1.7 x 1.6 inches)
  • Valves per cylinder:2Fuel control:OHC
  • Cooling system:Air
  • Gearbox:5-speed
  • Transmission type,final drive:Chain
  • Front tyre dimensions:2.50-18
  • Rear tyre dimensions:2.75-18
  • Front brakes:Expanding brake
  • Rear brakes:Expanding brake
  • Weight incl. oil, gas, etc:134.0 kg (295.4 pounds)
  • Fuel capacity:10.00 litres (2.64 gallons)
  • Model:Honda CB 125 disc Year:1975
  • Category:Touring
  • Rating:72.9 out of 100.
  • Displacement:125.00 ccm (7.63 cubic inches)
  • Engine type:Twin, four-stroke
  • Power:12.00 HP (8.8 kW)) @ 10500 RPM
  • Top speed:108.0 km/h (67.1 mph)
  • Compression:9.4:1
  • Bore x stroke:44.0 x 41.0 mm (1.7 x 1.6 inches)
  • Valves per cylinder:2
  • Fuel control:OHC
  • Cooling system:Air
  • Gearbox:5-speed
  • Transmission type,final drive:Chain
  • Front tyre dimensions:2.50-18
  • Rear tyre dimensions:2.75-18
  • Front brakes:Single disc
  • Rear brakes:Expanding brake
  • Weight incl. oil, gas, etc:133.0 kg (293.2 pounds)
  • Fuel capacity:9.00 litres (2.38 gallons)


CB 125
  • Model:Honda CB 125 disc Year:1976
  • Category:Classic
  • Rating:67.8 out of 100.
  • Displacement:125.00 ccm (7.63 cubic inches)
  • Engine type:Twin, four-stroke
  • Power:12.00 HP (8.8 kW)) @ 10500 RPM
  • Top speed:108.0 km/h (67.1 mph)
  • Compression:9.4:1
  • Bore x stroke:44.0 x 41.0 mm (1.7 x 1.6 inches)
  • Valves per cylinder:2
  • Fuel control:OHC
  • Cooling system:Air
  • Gearbox:5-speed
  • Transmission type,final drive:Chain
  • Front tyre dimensions:2.50-18
  • Rear tyre dimensions:2.75-18
  • Front brakes:Single disc
  • Rear brakes:Expanding brake
  • Weight incl. oil, gas, etc:133.0 kg (293.2 pounds)
  • Fuel capacity:9.00 litres (2.38 gallons)
  • Model:Honda CB 125 Disc Year:1977
  • Category:Touring
  • Rating:66.4 out of 100.
  • Displacement:125.00 ccm (7.63 cubic inches)
  • Engine type:Twin, four-stroke
  • Power:12.00 HP (8.8 kW)) @ 10500 RPM
  • Top speed:108.0 km/h (67.1 mph)
  • Compression:9.4:1
  • Bore x stroke:44.0 x 41.0 mm (1.7 x 1.6 inches)
  • Valves per cylinder:2
  • Fuel control:OHC
  • Cooling system:Air
  • Gearbox:5-speed
  • Transmission type,final drive:Chain
  • Front tyre dimensions:2.50-18
  • Rear tyre dimensions:2.75-18
  • Front brakes:Single disc
  • Rear brakes:Expanding brake
  • Weight incl. oil, gas, etc:133.0 kg (293.2 pounds)
  • Fuel capacity:9.00 litres (2.38 gallons)

CB 125
  • Model:Honda CB 125 S Year:1979
  • Category:AllroundRating:63.5 out of 100.
  • Displacement:124.00 ccm (7.57 cubic inches)
  • Engine type:Single cylinder, four-stroke
  • Power:14.00 HP (10.2 kW)) @ 10000 RPM
  • Top speed:116.0 km/h (72.1 mph)
  • Compression:9.4:1
  • Bore x stroke:56.5 x 49.5 mm (2.2 x 1.9 inches)
  • Valves per cylinder:2
  • Fuel control:OHC
  • Cooling system:Air
  • Gearbox:5-speed
  • Transmission type,final drive:Chain
  • Front tyre dimensions:2.75-18
  • Rear tyre dimensions:3.00-17
  • Front brakes:Single disc
  • Rear brakes:Expanding brake
  • Weight incl. oil, gas, etc:105.0 kg (231.5 pounds)
  • Fuel capacity:9.50 litres (2.51 gallons)
  • Model:Honda CB 125 S Year:1976
  • Category:TouringRating:61.6 out of 100.
  • Displacement:124.00 ccm (7.57 cubic inches)
  • Engine type:Single cylinder, four-stroke
  • Power:14.00 HP (10.2 kW)) @ 10000 RPM
  • Top speed:116.0 km/h (72.1 mph)
  • Compression:9.4:1
  • Bore x stroke:56.5 x 49.5 mm (2.2 x 1.9 inches)
  • Valves per cylinder:2
  • Fuel control:OHC
  • Cooling system:Air
  • Gearbox:5-speed
  • Transmission type,final drive:Chain
  • Front tyre dimensions:2.75-18
  • Rear tyre dimensions:3.00-17
  • Front brakes:Single disc
  • Rear brakes:Expanding brake
  • Weight incl. oil, gas, etc:105.0 kg (231.5 pounds) 
  • Fuel capacity:9.50 litres (2.51 gallons)

CB 125 S
  • Model:Honda CB 125 S (J) Year:1977]
  • Category:Allround
  • Rating:78 out of 100.
  • Displacement:124.00 ccm (7.57 cubic inches)
  • Engine type:Single cylinder, four-stroke
  • Power:14.00 HP (10.2 kW)) @ 10000 RPM
  • Top speed:116.0 km/h (72.1 mph)
  • Compression:9.4:1
  • Bore x stroke:56.5 x 49.5 mm (2.2 x 1.9 inches)
  • Valves per cylinder:2
  • Fuel control:OHC
  • Cooling system:Air
  • Gearbox:5-speed
  • Transmission type,final drive:Chain
  • Front tyre dimensions:2.75-18
  • Rear tyre dimensions:3.00-17
  • Front brakes:Single disc
  • Rear brakes:Expanding brake
  • Weight incl. oil, gas, etc:105.0 kg (231.5 pounds)
  • Fuel capacity:9.50 litres (2.51 gallons)
  • Model:Honda CB 125 S (J) Year:1978
  • Category:Classic
  • Rating:62.1 out of 100.
  • Displacement:124.00 ccm (7.57 cubic inches)
  • Engine type:Single cylinder, four-stroke
  • Power:14.00 HP (10.2 kW)) @ 10000 RPM
  • Top speed:116.0 km/h (72.1 mph)
  • Compression:9.4:1
  • Bore x stroke:56.5 x 49.5 mm (2.2 x 1.9 inches)
  • Valves per cylinder:2
  • Fuel control:OHC
  • Cooling system:Air
  • Gearbox:5-speed
  • Transmission type,final drive:Chain
  • Front tyre dimensions:2.75-18
  • Rear tyre dimensions:3.00-17
  • Front brakes:Single disc
  • Rear brakes:Expanding brake
  • Weight incl. oil, gas, etc:105.0 kg (231.5 pounds)
  • Fuel capacity:9.50 litres (2.51 gallons)


CB 125 SS

  • Model:Honda CB 125 SS Year:1972
  • Category:Custom / cruiser
  • Rating:58.8 out of 100.
  • Displacement:125.00 ccm (7.63 cubic inches)
  • Engine type:Twin, four-stroke
  • Power:15.00 HP (10.9 kW)) @ 10500 RPM
  • Top speed:121.0 km/h (75.2 mph)
  • Compression:9.4:1
  • Bore x stroke:44.0 x 41.0 mm (1.7 x 1.6 inches)
  • Valves per cylinder:2
  • Fuel control:OHC
  • Cooling system:Air
  • Gearbox:5-speed
  • Transmission type,final drive:Chain
  • Front tyre dimensions:2.50-18
  • Rear tyre dimensions:2.75-18
  • Front brakes:Expanding brake
  • Rear brakes:Expanding brake
  • Weight incl. oil, gas, etc:134.0 kg (295.4 pounds)
  • Fuel capacity:10.00 litres (2.64 gallons)
  • Model:Honda CB 125 SS Year:1973
  • Category:Classic
  • Rating:63.9 out of 100.
  • Displacement:125.00 ccm (7.63 cubic inches)
  • Engine type:Twin, four-stroke
  • Power:15.00 HP (10.9 kW)) @ 10500 RPM
  • Top speed:121.0 km/h (75.2 mph)
  • Compression:9.4:1
  • Bore x stroke:44.0 x 41.0 mm (1.7 x 1.6 inches)
  • Valves per cylinder:2
  • Fuel control:OHC
  • Cooling system:Air
  • Gearbox:5-speed
  • Transmission type,final drive:Chain
  • Front tyre dimensions:2.50-18
  • Rear tyre dimensions:2.75-18
  • Front brakes:Expanding brake
  • Rear brakes:Expanding brake
  • Weight incl. oil, gas, etc:134.0 kg (295.4 pounds)
  • Fuel capacity:10.00 litres (2.64 gallons)
  • Model:Honda CB 125 SS Year:1974
  • Category:ClassicRating:77 out of 100.
  • Displacement:125.00 ccm (7.63 cubic inches)
  • Engine type:Twin, four-stroke
  • Power:15.00 HP (10.9 kW)) @ 10500 RPM
  • Top speed:121.0 km/h (75.2 mph)
  • Compression:9.4:1
  • Bore x stroke:44.0 x 41.0 mm (1.7 x 1.6 inches)
  • Valves per cylinder:2
  • Fuel control:OHC
  • Cooling system:Air
  • Gearbox:5-speed
  • Transmission type,final drive:Chain
  • Front tyre dimensions:2.50-18
  • Rear tyre dimensions:2.75-18
  • Front brakes:Expanding brake
  • Rear brakes:Expanding brake
  • Weight incl. oil, gas, etc:134.0 kg (295.4 pounds)
  • Fuel capacity:10.00 litres (2.64 gallons)


CB 125 T 
  • Model:Honda CB 125 T Year:1979
  •  Category:Classic
  • Rating:79.8 out of 100.
  • Displacement:125.00 ccm (7.63 cubic inches)
  • Engine type:Twin, four-stroke
  • Power:17.00 HP (12.4 kW)) @ 11500 RPM
  • Top speed:129.0 km/h (80.2 mph)
  • Compression:9.4:1
  • Bore x stroke:44.0 x 41.0 mm (1.7 x 1.6 inches)
  • Valves per cylinder:2
  • Fuel control:OHC
  • Cooling system:Air
  • Gearbox:5-speed
  • Transmission type,final drive:Chain
  • Front tyre dimensions:2.75-18
  • Rear tyre dimensions:3.00-18
  • Front brakes:Single disc
  • Rear brakes:Expanding brake
  • Weight incl. oil, gas, etc:125.0 kg (275.6 pounds)
  • Fuel capacity:11.50 litres (3.04 gallons)
  • Model:Honda CB 125 T 2 Year:1979
  • Category:Classic
  • Rating:69.5 out of 100.
  • Displacement:125.00 ccm (7.63 cubic inches)
  • Engine type:Twin, four-stroke
  • Power:17.00 HP (12.4 kW)) @ 11500 RPM
  • Top speed:128.0 km/h (79.5 mph)
  • Compression:9.4:1
  • Bore x stroke:44.0 x 41.0 mm (1.7 x 1.6 inches)
  • Valves per cylinder:2
  • Fuel control:OHC
  • Cooling system:Air
  • Gearbox:5-speed
  • Transmission type,final drive:Chain
  • Front tyre dimensions:2.75-18
  • Rear tyre dimensions:3.00-18
  • Front brakes:Single disc
  • Rear brakes:Expanding brake
  • Weight incl. oil, gas, etc:126.0 kg (277.8 pounds)
  • Fuel capacity:10.00 litres (2.64 gallons)





HONDA CB 175
Ada sumber yang menyatakan bahwa tipe CB 175 keluar tahun 1969, ada pula sumber yang menyatakan bahwa tipe CB 175 keluar tahun 1971.  Adapun spek CB 175 tahun 1971 adalah sebagai berikut :

  • Model:Honda CB 175 Year:1971
  • Category:Classic
  • Rating:70.8 out of 100.
  • Displacement:174.00 ccm (10.62 cubic inches)
  • Engine type:Twin, four-stroke
  • Power:20.00 HP (14.6 kW)) @ 10000 RPM
  • Top speed:130.0 km/h (80.8 mph)
  • Compression:9.0:1
  • Bore x stroke:52.0 x 41.0 mm (2.0 x 1.6 inches)
  • Valves per cylinder:2
  • Fuel control:OHC
  • Cooling system:Air
  • Gearbox:5-speed
  • Transmission type,
    final drive:
    Chain
  • Front tyre dimensions:2.75-18
  • Rear tyre dimensions:3.00-18
  • Front brakes:Expanding brake
  • Rear brakes:Expanding brake
  • Weight incl. oil, gas, etc:136.0 kg (299.8 pounds)
  • Fuel capacity:10.00 litres (2.64 gallons)









HONDA CB 200
Ada sumber yang mengatakan bahwa CB 200 keluar tahun 1974 dan CB 200 T keluar tahun 1974 tetapi tidak ada penjelasan spesifikasinya.  Adapun CB 200 yang dapat kami jelaskan spesifikasinya adalah sebagai berikut :

  • Model:Honda CB 200 Year:1975
  • Category:Classic
  • Rating:69.5 out of 100.
  • Displacement:198.00 ccm (12.08 cubic inches)
  • Engine type:Twin, four-stroke
  • Power:17.00 HP (12.4 kW)) @ 9000 RPM
  • Top speed:124.0 km/h (77.1 mph)
  • Compression:9.0:1
  • Bore x stroke:55.5 x 41.0 mm (2.2 x 1.6 inches)
  • Valves per cylinder:2
  • Fuel control:OHC
  • Cooling system:Air
  • Gearbox:5-speed
  • Transmission type,final drive:Chain
  • Front tyre dimensions:2.75-18
  • Rear tyre dimensions:3.00-18
  • Front brakes:Expanding brake
  • Rear brakes:Expanding brake
  • Weight incl. oil, gas, etc:142.0 kg (313.1 pounds)
  • Fuel capacity:11.00 litres (2.91 gallons)




CB 200 THN 1976
  • Model:Honda CB 200 Year:1976
  • Category:Classic
  • Rating:62.5 out of 100.
  • Displacement:198.00 ccm (12.08 cubic inches)
  • Engine type:Twin, four-stroke
  • Fuel control:OHC
  • Cooling system:Air
  • Gearbox:5-speed
  • Clutch:wet plate





CB 200 THN 1978
  • Model:Honda CB 200 Year:1978
  • Displacement:198.00 ccm (12.08 cubic inches)
  • Engine type:Two cylinder boxer, four-stroke
  • Power:17.00 HP (12.4 kW))
  • Max RPM:9000
  • Model:Honda CB 200 discYear:1976
  • Category:Classic
  • Rating:73.3 out of 100.
  • Displacement:198.00 ccm (12.08 cubic inches)
  • Engine type:Twin, four-stroke
  • Power:17.00 HP (12.4 kW)) @ 9000 RPM
  • Top speed:124.0 km/h (77.1 mph)
  • Compression:9.0:1
  • Bore x stroke:55.5 x 41.0 mm (2.2 x 1.6 inches)
  • Valves per cylinder:2
  • Fuel control:OHC
  • Cooling system:Air
  • Gearbox:5-speed
  • Transmission type,final drive:Chain
  • Front tyre dimensions:2.75-18
  • Rear tyre dimensions:3.00-18
  • Front brakes:Single disc
  • Rear brakes:Expanding brake
  • Weight incl. oil, gas, etc:142.0 kg (313.1 pounds)
  • Fuel capacity:11.00 litres (2.91 gallons)





CB 200 THN 1977
  • Model:Honda CB 200 Disc Year:1977
  • Category:ClassicRating:71.8 out of 100.
  • Displacement:198.00 ccm (12.08 cubic inches)
  • Engine type:Twin, four-stroke
  • Power:17.00 HP (12.4 kW)) @ 9000 RPM
  • Top speed:124.0 km/h (77.1 mph)
  • Compression:9.0:1
  • Bore x stroke:55.5 x 41.0 mm (2.2 x 1.6 inches)
  • Valves per cylinder:2
  • Fuel control:OHC
  • Cooling system:Air
  • Gearbox:5-speed
  • Transmission type,final drive:Chain
  • Front tyre dimensions:2.75-18
  • Rear tyre dimensions:3.00-18
  • Front brakes:Single disc
  • Rear brakes:Expanding brake
  • Weight incl. oil, gas, etc:142.0 kg (313.1 pounds)
  • Fuel capacity:11.00 litres (2.91 gallons)



Sumber :
http://motorlama.com
http://en.wikipedia.org/wiki/Honda_CB_series

Informasi Tentang PlayStation Vita




Game Station
Dalam event TGS 2011, Sony mengumumkan perilisan PlayStation Vita di Jepang yaitu pada tanggal 17 Desember 2011, dan preorder PS Vita akan dimulai di Jepang pada tanggal 15 Oktober 2011.

Shuhei Yoshida, dirut Sony Worldwide Studio menegaskan bahwa PS Vita tidak akan region lock. Ini berarti gamer dapat memainkan game berbeda region tanpa harus memodifikasi atau mengubah Vita. Sedangkan daya tahan baterainya adalah sekitar 3-5 jam untuk bermain game, 5 jam untuk menonton video, dan 9 jam untuk memutar musik.

Untuk benar-benar mengisi ulang baterai dari 0% sampai dengan 100% dibutuhkan waktu sekitar 2 jam 40 menit.

19 Desember 2011

Air Terjun Luweng Sampang Gunung Kidul



luweng sampangLuweng sampang terletak di perbatasan antara Yogyakarta dengan dengan kabupaten Klaten tepanya antara desa Jogoprayan kecamatan Gantiwarno, Klaten, Jawa Tengah dengan Desa Sampang Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Disebut luweng sampang karena berada di desa sampang tersebut.

Pemandangan yang sangat eksotis diperlihatkan didaerah sungai, terutama bagian batu batuannya yang karena lama terkena gerusan air menjadi pemandangan yang menakjubkan. Sekilas bebatuan tersebut nampak seperti bebatuan di green canyon. Luweng sampag mempunyai ketinggian sekitar lima meter saja.

Tempat ini dulunya menjadi tempat pertapaan sunan kalijaga tepatnya di balik grojogan air atau air terjun mini ini. Sunan Kalijaga sendiri adalah salah satu dari wali sanga yang masih merupakan putra Adipati Tuban yang bernama Tumenggung Wilatikta. Sunan kalijaga adalah murid dari sunan bonang yang sdalam berdakwah menggunakan kesenian dan kebudayaan berupa wayang kulit dan tembang suluk.

Untuk saat ini sekitar tempat ini lebih sering digunakan sebagai aktifitas memancing, mandi, namun terkadang juga masih digunakan sebagai tempat bertapa, laku prihatin ataupun sebagai tempat menenangkan batin dengan harapan agar jalan kehidupannya menjadi lebih baik.

Untuk menuju luweng sampang cukup mudah dapat melalui akses selatan yakni dari gunungkidul ataupun utara yakni dari kabupaten Klaten. Untuk akses dari Klaten dari arah yogya sesampainya di Bendo gantungan belok kanan atau ke selatan, ikuti rambu yang mengarah ke Wedi dan setelah melewati desa canan hingga ketemu desa jogoprayan masih keselatan lagi sampai sampang kemudian setelah melewati SD sampang maju dikit dan lokasi ada di kiri jalan tersebut.

Sedangkan akses dari Gunungkidul setelah melewati hargodumilah atau Bukit bintang tepat didepan polsek patuk belok kiri melewati rute menuju Gunung purba Nglanggeran. Namun sebelum sampai gunung purba nglanggeran tepatnya dipereampatan besar jika kekanan kearah gunung nglanggeran anda cukup lurus saja dan ikuti jalan utama hingga lokasi.


How to get there :
  1. Dengan kendaraan umum belum ada atau jarang sampai ke lokasi hanya melewati jalan utama saja seperti jika lewat jalur gunung kidul angkutan umum hanya sampai di depan polsek patuk saja selanjutnya ditempuh dengan menggunakan jasa ojek.
  2. Kendaraan pribadi baik roda dua maupun empat







Rute jalan menuju luweng sampang ::



1. Dari arah utara di Jalan Mayor Suryotomo menuju Jalan Mataram



2. Belok ke kanan menuju Jalan Juminahan



3. Belok kanan menuju Jalan Jagalan



4. Belok kiri menuju Jalan Senopati



5. Terus ke Jalan Sultan Agung



6. Terus ke Jalan Kusumanegara



7. Belok kanan menuju Jalan Janti



8. Belok kiri menuju Jalan Raya Wonosari



9. Belok sedikit ke kanan untuk tetap di Jalan Raya Wonosari



10. Terus ke Jalan Yogya - Wonosari



11. Belok kiri untuk tetap di Jalan Yogya - Wonosari



12. Belok sedikit ke kiri



13. Belok sedikit ke kiri



14. Belok kanan



15. Belok kanan



16. Belok kanan



17. Ambil 3 kiri



18. Belok kanan



19. Belok ke kanan



20. Belok kiri



21. Ambil 1 kanan










Goa Cemara

Satu lagi objek wisata di Bantul yang tidak kalah menariknya dengan objek wisata yang saat ini sudah dikenal luas masyarakat, yakni Goa Cemara. Berbeda dengan goa pada umumnya, Goa Cemara terbentuk dari rerimbunan pepohonan cemara udang yang tertanam rapi di sepanjang pinggir pantai kawasan Dusun Patihan Gadingsari Bantul Yogyakarta.


Tidak kurang dari 7000 pohon cemara udang memenuhi lahan seluas 20 hektar di pinggir pantai. Kawasan pantai pun terlihat lebih rimbun dengan ribuan pohon cemara udang di sepanjang pantainya. Karena jarak yang dekat dan saling bertubrukan antara dahan yang satu dan lainnya, maka yang terlihat adalah seperti memasuki suatu gua sehingga kawasan ini pun dinamakan Goa Cemara.

Tahun 2001 menjadi awal mula terbentuknya hutan cemara udang ini yang berasal dari ide kreatif warga sekitar yang tergabung dalam Kelompok Tani Raharjo Dusun Patihan untuk memanfaatkan lahan kosong di kawasan pantai. Tidak dinyana, kini hutan cemara pun terbentuk dengan indahnya. Ide pun berlanjut untuk kemudian menjadikannya sebagai kawasan objek wisata dengan pesona keindahan di dalamnya.

Seiring dengan perjalanan waktu, kini kawasan ini siap menjadi salah satu objek wisata andalan Bantul selain objek wisata yang lain. Segala fasilitas tambahan siap memanjakan para wisatawan yang ingin berkunjung seperti camping ground, kawasan bermain anak-anak, kuliner khas warga sekitar, dan kawasan hutan itu sendiri.

Sampai saat ini belum menarik retribusi dari para pengunjung dan hanya sebatas parkir saja. 






Pantai Patehan

Pantai yang juga dikenal sebagai Pantai Patehan ini merupakan salah satu pantai yang belum banyak diketahui oleh wisatawan seperti Pantai Baron, Pantai Kukup, Pantai Parangtritis atau Pantai Samas. Sunset di Pantai Pandansari, tak kalah menariknya di bandingkan dengan pantai lainnya.



Pantai yang masih relatif sepi ini terletak di antara Pantai Samas dan Pantai Pandansimo. Perjalanan sampai pantai ini bisa ditempuh selama 30-45 menit dari Jogja dengan kecepatan rata-rata, arahnya Jl. Wahid Hasyim ke selatan hingga ada petunjuk arah Bumi Perkemahan Bantul. Selanjutnya ikuti saja jalan tersebut hingga Bumi Perkemahan Kwartir Bantul akan ada petunjuk berikutnya. Secara geografis pantai ini terletak di Gadingsari Kecamatan Sanden Kabupaten Bantul.

Setibanya di pantai, sebuah pemandangan pantai yang masih terlihat alami (karena belum banyak wisatawan yang datang) dan juga sebuah Mercusuar yang berdiri tak jauh dari bibir pantai. Sangat sedikit sekali bisa kita jumpai warung atau rumah penduduk, bahkan penjual cendera mata pun tak ada yang berdagang disana.

Dan satu hal, apabila kita masuk dan naik ke atas mercusuar hanya dengan memberi uang tip sebesar Rp.2000 jika belum berubah.

Selain kita bisa melihat mecusuar, apabila kita berjalan kearah timur kita bisa melihat rimbunnya pohon-pohon cemara yang membentuk seperti gua.


17 November 2011

Candi Prambanan


Candi Prambanan adalah bangunan luar biasa cantik yang dibangun di abad ke-10 pada masa pemerintahan dua raja, Rakai Pikatan dan Rakai Balitung. Menjulang setinggi 47 meter (5 meter lebih tinggi dari Candi Borobudur), berdirinya candi ini telah memenuhi keinginan pembuatnya, menunjukkan kejayaan Hindu di tanah Jawa. Candi ini terletak 17 kilometer dari pusat kota Yogyakarta, di tengah area yang kini dibangun taman indah.
          Ada sebuah legenda yang selalu diceritakan masyarakat Jawa tentang candi ini. Alkisah, lelaki bernama Bandung Bondowoso mencintai Roro Jonggrang. Karena tak mencintai, Jonggrang meminta Bondowoso membuat candi dengan 1000 arca dalam semalam. Permintaan itu hampir terpenuhi sebelum Jonggrang meminta warga desa menumbuk padi dan membuat api besar agar terbentuk suasana seperti pagi hari. Bondowoso yang baru dapat membuat 999 arca kemudian mengutuk Jonggrang menjadi arca yang ke-1000 karena merasa dicurangi.
          Candi Prambanan memiliki 3 candi utama di halaman utama, yaitu Candi Wisnu, Brahma, dan Siwa. Ketiga candi tersebut adalah lambang Trimurti dalam kepercayaan Hindu. Ketiga candi itu menghadap ke timur. Setiap candi utama memiliki satu candi pendamping yang menghadap ke barat, yaitu Nandini untuk Siwa, Angsa untuk Brahma, dan Garuda untuk Wisnu. Selain itu, masih terdapat 2 candi apit, 4 candi kelir, dan 4 candi sudut. Sementara, halaman kedua memiliki 224 candi.
          Memasuki candi Siwa yang terletak di tengah dan bangunannya paling tinggi, anda akan menemui 4 buah ruangan. Satu ruangan utama berisi arca Siwa, sementara 3 ruangan yang lain masing-masing berisi arca Durga (istri Siwa), Agastya (guru Siwa), dan Ganesha (putra Siwa). Arca Durga itulah yang disebut-sebut sebagai arca Roro Jonggrang dalam legenda yang diceritakan di atas.
          Di Candi Wisnu yang terletak di sebelah utara candi Siwa, anda hanya akan menjumpai satu ruangan yang berisi arca Wisnu. Demikian juga Candi Brahma yang terletak di sebelah selatan Candi Siwa, anda juga hanya akan menemukan satu ruangan berisi arca Brahma.
          Candi pendamping yang cukup memikat adalah Candi Garuda yang terletak di dekat Candi Wisnu. Candi ini menyimpan kisah tentang sosok manusia setengah burung yang bernama Garuda. Garuda merupakan burung mistik dalam mitologi Hindu yang bertubuh emas, berwajah putih, bersayap merah, berparuh dan bersayap mirip elang. Diperkirakan, sosok itu adalah adaptasi Hindu atas sosok Bennu (berarti 'terbit' atau 'bersinar', biasa diasosiasikan dengan Dewa Re) dalam mitologi Mesir Kuno atau Phoenix dalam mitologi Yunani Kuno. Garuda bisa menyelamatkan ibunya dari kutukan Aruna (kakak Garuda yang terlahir cacat) dengan mencuri Tirta Amerta (air suci para dewa).
          Kemampuan menyelamatkan itu yang dikagumi oleh banyak orang sampai sekarang dan digunakan untuk berbagai kepentingan. Indonesia menggunakannya untuk lambang negara. Konon, pencipta lambang Garuda Pancasila mencari inspirasi di candi ini. Negara lain yang juga menggunakannya untuk lambang negara adalah Thailand, dengan alasan sama tapi adaptasi bentuk dan kenampakan yang berbeda. Di Thailand, Garuda dikenal dengan istilah Krut atau Pha Krut.
          Prambanan juga memiliki relief candi yang memuat kisah Ramayana. Menurut para ahli, relief itu mirip dengan cerita Ramayana yang diturunkan lewat tradisi lisan. Relief lain yang menarik adalah pohon Kalpataru yang dalam agama Hindu dianggap sebagai pohon kehidupan, kelestarian dan keserasian lingkungan. Di Prambanan, relief pohon Kalpataru digambarkan tengah mengapit singa. Keberadaan pohon ini membuat para ahli menganggap bahwa masyarakat abad ke-9 memiliki kearifan dalam mengelola lingkungannya.
Sama seperti sosok Garuda, Kalpataru kini juga digunakan untuk berbagai kepentingan. Di Indonesia, Kalpataru menjadi lambang Wahana Lingkungan Hidup (Walhi). Bahkan, beberapa ilmuwan di Bali mengembangkan konsep Tri Hita Karana untuk pelestarian lingkungan dengan melihat relief Kalpataru di candi ini. Pohon kehidupan itu juga dapat ditemukan pada gunungan yang digunakan untuk membuka kesenian wayang. Sebuah bukti bahwa relief yang ada di Prambanan telah mendunia.
        
Gambar CANDI PRAMBANAN



         

6 November 2011

Air Terjun Sri Gethuk





Eksotisme Grand Canyon di daerah utara Arizona, Amerika Serikat tentunya tak bisa disangkal lagi. Grand Canyon merupakan bentukan alam berupa jurang dan tebing terjal yang dihiasi oleh aliran Sungai Colorado. Nama Grand Canyon kemudian diplesetkan menjadi Green Canyon untuk menyebut obyek wisata di Jawa Barat yang hampir serupa, yakni aliran sungai yang membelah tebing-tebing tinggi. Gunungkidul sebagai daerah yang sering diasumsikan sebagai wilayah kering dan tandus ternyata juga menyimpan keindahan serupa, yakni hijaunya aliran sungai yang membelah ngarai dengan air terjun indah yang tak pernah berhenti mengalir di setiap musim. Air terjun tersebut dikenal dengan nama Air Terjun Sri Gethuk.

Terletak di Desa Wisata Bleberan, Air Terjun Sri Gethuk menjadi salah satu spot wisata yang sayang untuk dilewatkan. Untuk mencapai tempat ini Anda harus naik kendaraan melewati areal hutan kayu putih milik PERHUTANI dengan kondisi jalan yang bervariasi mulai dari aspal bagus hingga jalan makadam. Memasuki Dusun Menggoran, tanaman kayu putih berganti dengan ladang jati yang rapat. Sesampainya di areal pemancingan yang juga berfungsi sebagai tempat parkir, terdapat dua pilihan jalan untuk mencapai air terjun. Pilihan pertama yakni menyusuri jalan setapak dengan pemandangan sawah nan hijau berhiaskan nyiur kelapa, sedangkan pilihan kedua adalah naik melawan arus Sungai Oya. Tentu saja YogYES memilih untuk naik rakit sederhana yang terbuat dari drum bekas dan papan.Perjalanan menuju Air Terjun Sri Gethuk pun dimulai saat mentari belum naik tinggi. Pagi itu Sungai Oya terlihat begitu hijau dan tenang, menyatu dengan keheningan tebing-tebing karst yang berdiri dengan gagah di kanan kiri sungai. Suara rakit yang melaju melawan arus sungai menyibak keheningan pagi. Sembari mengatur laju rakit, seorang pemandu menceritakan asal muasal nama Air Terjun Sri Gethuk. Berdasarkan cerita yang dipercayai masyarakat, air terjun tersebut merupakan tempat penyimpanan kethuk yang merupakan salah satu instrumen gamelan milik Jin Anggo Meduro. Oleh karena itu disebut dengan nama Air Terjun Sri Gethuk. Konon, pada saat-saat tertentu masyarakat Dukuh Menggoran masih sering mendengar suara gamelan mengalun dari arah air terjun.

Tak berapa lama menaiki rakit, suara gemuruh mulai terdengar. Sri Gethuk menanti di depan mata. Bebatuan yang indah di bawah air terjun membentuk undak-undakan laksana tepian kolam renang mewah, memanggil siapa saja untuk bermain di dalam air. YogYES pun turun dari rakit dan melompati bebatuan untuk sampai di bawah air terjun dan mandi di bawahnya. Kali ini rasanya seperti berada di negeri antah berantah di mana air mengalir begitu melimpah. Air mengalir di sela-sela jemari kaki, air memercik ke seluruh tubuh, air mengalir di mana-mana. Seorang kawan tiba-tiba berteriak "Ada pelangi!". Saat menengadah, selengkung bianglala nan mempesona menghiasi air terjun. Sesaat YogYES merasa menjadi bidadari yang berselendangkan pelangi.

Biaya:
* Tiket: Rp. 3.000 (merupakan tiket terusan dengan Gua Rancang Kencono)
* Tarif naik rakit: Rp 5.000 / orang (pulang pergi)
* Sewa ban: Rp. 2.000 / orang





Popular Posts

About

Foto Saya
Afif Rahma
yogyakarta, jogja, Indonesia
Lihat profil lengkapku

Followers