Terima Kasih Atas Kunjungan Anda

Thank you for your visit

Terima Kasih Atas Kunjungan Anda

Thank you for your visit

Terima Kasih Atas Kunjungan Anda

Thank you for your visit

Terima Kasih Atas Kunjungan Anda

Thank you for your visit

Terima Kasih Atas Kunjungan Anda

Thank you for your visit

20 Desember 2012

Cara Instal Windows 8

Cara Instal Windows 8 | Bagi Anda yg sedang mencari cara menginstall windows 8 terbaru ini, sekarang saya akan berikan tutorialnya. Windows 8 adalah nama kode untuk versi selanjutnya dari Microsoft Windows, serangkaian sistem operasi yang diproduksi oleh Microsoft untuk digunakan pada komputer pribadi, termasuk komputer rumah dan bisnis, laptop, netbook, tablet PC, server, dan PC pusat media. Sistem operasi ini menggunakan mikroprosesor ARM selain mikroprosesor x86 tradisional buatan Intel dan AMD. Antarmuka penggunanya diubah agar mampu digunakan pada peralatan layar sentuh selain mouse dan keyboard. Sehingga Windows 8 di desain untuk perangkat Tablet sentuh. [wikipedia.org]

Nah langsung saja sesuai judul, berikut adalah cara menginstall windows 8 beserta gambarnya...
Bagi yang masih belum tahu langkah-langkah menginstall windows 8, baik memakai CD/DVD ataupun memakai USB flahdisk, berikut langkah-langkah untuk menginstall edisi pratinjau pengembang windows 8 dari microsoft. Windows 8 edisi Pengembang adalah versi pra-beta dari microsoft untuk pengujian dan tujuan pengembangan. ini tidak dianjurkan di install pada pc yang masih aktif digunakan.

Jika ada rencana untuk membuat dual booting, pastikan anda menyediakan partisi primer lebih dari 20GB. dan jika ada rencana untuk instalasi bersih, pastikan backup dahulu file2nya kemudian baru diformat harddisk C nya, lalu install bersih windows 8 nya.
  1. Boot komputer anda dengan media instalasi windows 8 Developer.
  2. Mungkin butuh beberapa menit untuk memuat file-file, dan kemudian akan membawa Anda ke layar instalasi. Pilih pilihan yang sesuai dan klik Next.
  3. Sekarang klik pada “Install Now” untuk melanjutkan

  4. centang “Accept the terms and conditions” dan kemudian klik “Next”.
  5. Disini kita bisa memilih opsi apakah ingin meng-upgrade windows kita ke windows 8 Edisi Developer atau ingin melakukan instalasi bersih. Pilih Custom (Advanced) untuk melanjutkan instalasi bersih.

  6. Pada layar ini Anda dapat memilih drive yang ingin Anda instal, di sini kita memiliki kemampuan untuk mengelola disk, format, membuat partisi dll Jika Anda berencana untuk men-setup Dual boot maka Anda dapat memilih drive yang berbeda. Setelah Anda mengkonfigurasi drive klik “Next”

  7. Itu saja sekarang akan dimulai proses instalasi, tunggu sampai selesai yang mengambil waktu 10 menit sampai 1 jam tergantung pada konfigurasi Hardware.
  8. Setelah itu menyelesaikan instalasi Komputer Anda akan reboot dan akan mempersiapkan pengaturan2. Jadi silahkan menunggu beberapa saat.
  9. Sekarang akan membawa Anda untuk mempersonalisasi pengaturan desktop Anda. Silahkan pilih “Express settings” yang pada layarnya tertera keterangan tentang apa saja settingan akan dilakukan.
  10. Tidak seperti sistem operasi lain, pada Windows 8 Anda dapat login menggunakan account Windows Live. Jadi, Anda dapat memasukkan informasi account Windows Live Anda.
  11. Jika tidak ingin menggunakan metode login ini, silahkan klik pada “I don’t want to log in with a Windows Live ID”.
    Anda dapat memilih “Local account” untuk membuat Username dan Password untuk login ke Windows Anda.
    Setelah semua informasi telah dimasukkan, klik “Next”.
  12. Sekarang Windows akan mengkonfigurasi pengaturan Anda



  13. Setelah semuanya di setup, maka kita akan disuguhkan tampilan Desktop Windows 8.
Selamat! Anda sekarang telah berhasil menginstal Windows 8 .

Sumber :: 

http://www.hong.web.id/tutorial/langkah2-cara-menginstall-windows-8-lengkap-dengan-gambar

TENTANG DIENG PLATEAU



Tidak berbelihan rasanya kalau kita menyebut Dieng ini sebagai Surga Dunia, dimana hampir semua kesempurnaan keindahan dan budaya agung itu berada.
Ibarat Lukisan Dieng itu Sempurna walaupun kondisinya masih terus terdegradasi oleh pengelolaan yang kurang pas dan belum berkelanjutan.
Kawasan Dieng seluas 54.974.24 ha secara administratif terletak di Provinsi Jawa Tengah, dan berada di 6 (enam) kabupaten yaitu Kabupaten Banjarnegara, Temanggung, Wonosobo, Kendal, Batang dan Pekalongan. Secara Astronomis, Kawasan Dieng terletak antara 70 7’ 4” – 70 35’ 2” LS dan 1090 59’ 53” – 1100 04’ 34” 
Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Wonosobo merupakan wilayah yang relatif luas berada dalam Kawasan Dieng dengan luas masing-masing 11,795.34 Ha dan 11,647.98 Ha. Sedangkan Kabupaten Temanggung dan Kabupaten Batang masing-masing hanya sekitar 5000 Ha. Namun untuk Kabupaten Kendal luasnya lebih kecil lagi yaitu 1,541.34 Ha. 
Dari segi iklim daerah ini termasuk daerah tropis yang terdiri dari dua musim (penghujan dan kemarau). Musim penghujan terjadi pada bulan Oktober/November – Maret/April, sementara musim kemarau terjadi pada bulan April/Mei – September/Oktober.
Besarnya curah hujan berkisar dari 1000 mm/tahun (terendah) hingga dapat mencapai >4000 mm/tahun. Pada puncak musim penghujan, seperti bulan Januari curah hujan dapat mencapai angka > 500 mm/bulan. Jumlah hari hujan berkisar pada angka 100, akan tetapi pada beberapa tempat dapat mencapai > 150 hari.
Suhu Udara di Dieng Plateau berkisar antara 200C – 300C, sementara kelembaban udara antara 84 – 86%.
Kata Dieng berasal dari bahasa Sansekerta “Di”  yang artinya adalah tempat yang tinggi atau gunung dan ”Hyang”  yang artinya ”ruh leluhur” atau ”dewa – dewa” atau suatu yang diyakini sebagai dewa atau ruh leluhur atau bahkan Tuhan atau mahluk – mahluk ilahiyah pada umumnya. Hyang juga sering dimaknai sebagai ”kahyangan”, ”nirwana” atau ”surga”, yakni tempat bersemayamnya ”ruh leluhur” atau ”dewa – dewi”, ”Tuhan” atau ”mahkluk – mahkluk ilahiyah” .
Dieng juga dapat dirunut makna katanya dari bahasa Kawi, yakni ”Di” yang berasal dari kata ”hadi” atau ”adi” yang artinya ”cantik”. ”indah”, ”molek” dan sebagainya yang mengandung pemaknaan ”serba”, ”paling” dan sifat – sifat superlatif lainnya, seperti ”tinggi” atau ”puncak tertinggi”, ”misterius”, ”transenden”, atau segala yang bermakna ”serba sempurna” atau ”ultimate”, dari kesadaran akan makna dan misteri kesempurnaan sebuah tatanan dan iman, juga kemakmuran dan keTuhanan. Dimana sesuatu yang transenden tentu tidak akan termaknai tanpa berdampingan dengan yang ”imanen”, yang duniawi atau yang ”membumi”. Itulah sebabnya di balik transendensinya, Dieng sekaligus harus ”membumi”  sebab ia memang ada di bumi yang nyata. Suatu yang hadir di depan penampakkan mata kita, sehingga Bumi Dieng seharusnya dapat dibangun menjadi prototipe surga nyata yang tergelar di alam ini.
Dieng Merupakan salah satu Kawasan Wisata Andalan Jawa Tengah sebagaimana disebutkan dalam RIPP( Rencana Induk Pengembangan Pariwisata ). Kawasan Dieng sebagai salah satu potensi pariwisata mempunyai panorama yang sangat menawan dan memiliki aneka ragam obyek wisata mulai dari 
Candi :
  1. Komplek candi Arjuna
  2. Gatotkaca
  3. Bima
  4. Dwarawati
Kawah 
  1. Sikidang
  2. Sileri
  3. Candradimuka
  4. Sikendang
Telaga 
  1. Warna 
  2. Pengilon
  3. Merdada
  4. Balekambang
  5. Dringo
  6. Cebong
  7. Swiwi
  8. Menjer
Goa 
  1. Jimat
  2. Semar
  3. Sumur
  4. Jaran / kendali seto
Obyek lain
  1. Sumur raksasa Jalatunda
  2. Bimo Lukar
  3. Sumber air panas (Sirawe),
Air terjun 
  1. Sirawe
  2. Sikarim
  3. Seloka
Peta Wisata Dieng 







Agrowisata Tambi, maupun obyek wisata buatan yang dibangun untuk menunjang aktivitas pariwisata di kawasan tersebut (Dieng Plateau Theater, Museum Kailasa, Gardu Pandang Tieng) serta masih banyak obyek wisata yang lain seperti Ondo Budho, Gunung Sikunir, Tuk Bimo Lukar, Watu Kelir dan Pemandian Air Panas Bitingan.dan masih banyak obyek lain yang masih perawan dan belum tergali dan itulah surga Dieng dengan segala pesonanya yang selalu melambaikan tangan mengajak orang untuk mengunjunginya.
Tidak pernah habis kata-kata untuk menceritakan surga dunia yang bernama Dieng ini bahkan menurut ahli salah seorang arkeolog UGM  literatur tentang Dieng yang terdapat di Universitas Leiden Belanda jumlahnya sampai ribuan buku dan suatu saat nanti tentunya akan terbuka semuanya tentang sejarah masa lalu Surga dunia ini.
Sumber ::

SEJARAH REKTOR UII


1. Prof. KH. Abdul Kahar Muzakkir (1945 - 1948; 1948 -1960)
Prof. KH. Abdul Kahar Muzakkir  Ketika dibuka dengan nama IMS (SekolahTinggi Islam) pada tanggal 8 Juli 1945, yang dipilih Magnificus Rektor adalah Prof KH. Abdul Kahar Muzakkir.
Gambar ini Islam, pernah menjadi anggota Dokuritsu Zunby Tjoosakai (Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia), kemudian juga dipilih saat STI diubah menjadi UII pada tanggal 4 Juni 1948. Dia memimpin UII sampai tahun 1960.
2. Prof. Mr. RHA. Kasmat Bahuwinangun (1960 - 1963)
Prof. Mr. RHA. Kasmat Bahuwinangun  Prof RHA. Kasmat Bahuwinangun mengambil alih posisi Prof KH. Abdul Kahar Muzakkir sebagai rektor pada tahun 1960. Prof Kasmat berada di posisi untuk waktu yang singkat tiga tahun.
Meskipun waktu singkat, ia berhasil melakukan perbaikan dengan berdirinya Fakultas Syari'ah dan Tarbiyah, UII cabang dari Yogyakarta, dan akreditasi fakultas hukum.
Fakultas Syari'ah dan Fakultas Tarbiyah didirikan pada tahun 1961 dan 1962 sebagai pengganti dari Fakultas Studi Islam di UII, yang Departemen Agama mengambil alih. Prof Mr RHA. Kasmat Bahuwinangun mengakhiri jabatannya sebagai Rektor UII PADA tahun1963.
3. Prof. Dr. Sardjito (1963 - 1970)
Prof. Dr. Sardjito  Prof Dr Sardjito mengambil alih Prof Mr RHA. Kasmat Bahuwinangun sebagai Rektor UII sejak 1963. Dia adalah mantan Rektor UGM, yang namanya diabadikan sebagai nama rumah sakit terbesar di Daerah Istimewa Yogyakarta (Sardjito), dipimpin UII selama kurang lebih tujuh tahun. Di bawah kepemimpinannya, Fakultas Ekonomi dan Fakultas Hukum memperoleh status disamakan mereka.
Pada periode yang sama, UII memperluas jangkauan universitas dengan mendirikan fakultas cabang di Surakarta, Madiun, Purwokerto, Gorontalo, Cirebon, Bangil, dan Klaten.
Fculty Teknik dan Fakultas Kedokteran juga didirikan pada zamannya.
4. Presidium H. GBPH Prabuningrat (1970 - 1973)
H. GBPH Prabuningrat  Prof Dr Sardjito meninggal pada tahun 1973 saat masih memimpin universitas. Cuti mendadak membuat UII sedikit terkejut. UII merasa sulit untuk menemukan tokoh lain pasti siap untuk memimpin UII.
Akibatnya, ada presidium memimpin universitas. Presidium termasuk H. GBPH Prabuningrat, Prof Mr RHA. Kasmat Bahuwinangun, dan Brigjen Sutarto. Meskipun Presidium tidak memimpin universitas selama lebih dari tiga tahun, itu berhasil dalam mengembangkan UII.
UII kampus di Jalan Cik Di Tiro No 1 adalah prestasi, dengan dana dari NOVIB di The Nederland.
5. H. GBPH Prabuningrat (1973 - 1982)
H. GBPH Prabuningrat  H GBPH Prabuningrat kemudian terpilih sebagai rektor pasti pada tahun 1973. Ia adalah rektor UII selama tiga periode berturut-turut, 1973 - 1978, 1978 - 1981, dan 1982-1986. Dia, bagaimanapun, tidak menyelesaikan periode ketiga sejak ia meninggal pada akhir 1982.
Dia adalah pelopor memiliki rektor wakil dan sekretaris rektor. Pada periode tahun 1973 ¿1978, sebagai rektor H. GBPH Prabuningrat dibantu oleh Drs. Syaifullah Mahyudin, MA (Pembantu Rektor I), Ir. RHA. Syahirul Alim, M.Sc (Pembantu Rektor II), dan Siswo Wiratmo, SH (Sekretaris)
Sementara pada periode 1978-1981, ia dibantu oleh Siswo Wiratmo, SH. sebagai Pembantu Rektor I, Ir. RHA. Sahirul Alim, M.Sc. (Wakil Rektor II), dan Hifni Muchtar, L.Ph. (Wakil Rektor III).
Pada periode ketiga (1982 ¿1986), ia dibantu oleh Prof Dr Ace Partadiredja (Pembantu Rektor I), Drs. H. Asy'ari Anwar (Pembantu Rektor II), Dahlan Thaib, SH (Pembantu Rektor III), dan Ir. RHA. Sahirul Alim, M.Sc (Pembantu Rektor IV).
Selama periode itu, UII mencapai banyak perbaikan terutama dalam membangun sarana fisik. Oleh karena itu, UII berhasil membangun gedung sendiri.
Dalam hal akademik, beberapa fakultas memperoleh status mereka lebih baik dan ada rekrutmen dari dosen tetap. Itu dalam periode itu juga ketika siswa motivasi untuk mendaftar di UII yang semakin tinggi
.
6. Prof. Dr. Ace Partadiredja (1982 - 1989)
Prof. Dr. Ace Partadiredja  Sebelum menyelesaikan tahun pertamanya periode ketiga, H. GBPH Prabuningrat meninggal. Dia meninggal pada tanggal 31 Agustus 1982.
Berdasarkan Statuta UII, Prof Dr Ace Partadiredja diangkat sebagai rektor akting. Dia kemudian diangkat sebagai rektor pada periode 1983-1985. Pada periode tahun 1983 ¿1985, Prof Dr Ace Partadiredja dibantu oleh Drs. Soeroyo, MA (Pembantu Rektor I), Drs. H. Asy'ari Anwar (Pembantu Rektor II), Dahlan Thaib, SH (Pembantu Rektor III) dan Ir. RHA. Sahirul Alim, M.Sc (Pembantu Rektor IV).Drs. Effendi Ari mengambil alih posisi Drs. H. Asy'ari Anwar sebagai Pembantu Rektor II karena ia meninggal pada bulan Juni 1985.
Pada akhir tahun 1985 Prof Dr Ace telah diangkat kembali sebagai rektor sampai tahun 1986 dengan rektor wakil yang sama seperti dalam periode terakhir pada tahun 1985.
Pada bulan Desember 1986, namun, Prof Dr Ace Partadiredja secara resmi kembali ditunjuk sebagai rektor selanjutnya pada periode 1987 - 1989. dalam periode terakhirnya, Prof.Dr. Ace Partadiredja mengubah komposisi timnya dengan menetapkan Ir. KRT. Wisnukoro Hanotoprodjo sebagai Pembantu Rektor I mengambil alih posisi Drs. Soeroyo, MA.
Oleh karena itu, pembentukan timnya dalam periode 1987 -1989 adalah Prof Dr Ace Partadiredja (Rektor), Ir.KRT. Wisnukoro Hanotoprodjo (Pembantu Rektor I), Drs. Effendi Ari (Wakil Rektor II), dan Dahlan Thaib, SH (Pembantu Rektor III).Pada bulan Juni Siswo Wiratmo 1.989 H., SH mengambil alih Ir. KRT. Wisnukoro Hanotoprodjo sebagai acting Wakil Rektor I karena Ir. KRT. Wisnukoro Hanotoprodjo meninggal sebelum menyelesaikan masa tugasnya.
Prof Dr Ace Partadiredja membuat keseimbangan dalam pengembangan bidang akademik dan fasilitas fisik. Perkembangan Kampus Antara dan rencana membangun kampus terpadu pergi ke tindakan rinci. Hal ini diikuti dengan mengirimkan dosen tetap melanjutkan studi mereka (S2 dan S3) baik di Indonesia maupun luar negeri.
Singkatnya, Prof Dr Ace Partadiredja menempatkan porsi yang sangat besar di dosen tetap mengejar studi mereka.
7. Presidium Prof. H. Zaini Dahlan, MA (1989)
Presidium Prof. H. Zaini Dahlan, MA  Sejak Juni 1989 Prof Dr H. Ace Partadiredja tidak mampu melaksanakan tugasnya secara efektif sebagai rektor sejak ia adalah seorang profesor di National University of Singapore.
Tugas sehari-hari kemudian diurus oleh rektor Wakil bawah koordinasi Pembantu Rektor I. akting Dia, kemudian, memberikan mandat kembali ke Pengurus Harian Badan Wakaf pada pertengahan November 1989 karena ketidakmampuannya dalam melaksanakan tugas sehari-hari.
Karena itu, senat universitas dan Pengurus Harian Badan Wakaf UII sepakat menugaskan presidium dengan tanggung jawab melaksanakan tugas rektor ¿s sampai akhir Desember 1989. Prof H. Zaini Dahlan, MA adalah kepala Presidium didampingi oleh Prof Dr H. Zanzawi Soejoeti, M.Sc. dan Dr Ahmad Syafi'i Ma'arif.Pada minggu ketiga Desember 1989, presidium mampu mengadakan pemilihan rektor pasti berdasarkan undang-undang UII. Prof Dr H. Zanzawi Soejoeti terpilih sebagai rektor UII pada periode 1990 - 1993.
8. Prof. Dr. H. Zanzawi Soejoeti, M.Sc. (1990 - 1993)
Prof. Dr. H. Zanzawi Soejoeti, M.Sc.  Seperti disebutkan sebelumnya, pada bulan Desember Dr 1.989 Prof H. Zanzawi Soejoeti, M.Sc. ditugaskan untuk menjadi Rektor UII pada periode 1990 - 1993.
Untuk membantu dia untuk memimpin UII, tiga wakil rektor juga diangkat dalam pertemuan Senat UII. Mereka adalah Drs. Afan Gaffar, MA, Ph.D.. (Pembantu Rektor I), Drs. HA Rasyid Baswedan, SU (Pembantu Rektor II), dan Drs. DI. Mufti Abu Yazid (Wakil Rektor III).
Prof Dr H. Zanzawi Soejoeti, M.Sc. menekankan pengembangan akademik tanpa meninggalkan organisasi administratif. Hal ini dibuktikan dengan kelanjutan memberikan beasiswa kepada dosen tetap melanjutkan studi mereka, stabilisasi kurikulum, kekhawatiran pada rasio murid-dosen, dll
9. Pjs. Rektor Prof. Dr. H. Zanzawi Soejoeti, M.Sc. (Januari 1994)
Prof. Dr. H. Zanzawi Soejoeti, M.Sc.  Prof Zanzawi Soejoeti telah benar-benar selesai masa tugasnya di Desember 1993. Pemilihan Rektor pada bulan November 1993, bagaimanapun, tidak bisa menyebabkan calon baru bersedia untuk mengambil posisi.
Oleh karena itu, pertemuan Pengurus Badan Wakaf di Desember 1994 meminta Prof Zanzawi untuk menjadi rektor akting 1-31 Januari 1994.
Tugas ini berkaitan dengan kunjungan Presiden Soeharto ke kampus UII yang diundang oleh rektor dan Pengurus Badan Wakaf dalam setengah abad ulang tahun UII (1364 H -1.414 H/1945 M-1994M).
Dalam melaksanakan tugasnya sebagai rektor akting, Prof.Zanzawi dibantu oleh Dr Moh. Mahfud MD, SH, SU. (acting wakil rektor I), Drs. Sunardji Daromi, MM. (acting Wakil Rektor II), dan Ir. H. Harsoyo, M.Sc. (acting Wakil Rektor III)
Pada tanggal 15 Januari 1994, masyarakat dari UII dan Yogyakarta menyambut Presiden Soeharto, didampingi oleh Ibu Tien, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Wardiman Djojonegoro, dan Menteri Agama Tarmizi Taher, yang mengunjungi kampus UII di Jl Kaliurang Km 14,5.
Dalam pidatonya, Presiden Soeharto menyatakan bahwa pembentukan UII 40 hari sebelum Hari Kemerdekaan menunjukkan bahwa pahlawan sebelumnya telah berpikir tentang pentingnya pendidikan untuk memenuhi kemerdekaan.
Dia mengatakan bahwa kita akan merasakan kemerdekaan jika kita dilengkapi dengan pendidikan yang baik bagi masyarakat sehingga mereka akan mampu mewarnai kemerdekaan dengan perbaikan. Selain itu, Presiden Soeharto juga memberi hormat UII karena kemampuannya dalam mengelola administrasi meskipun fakta bahwa itu adalah di bawah dua departemen, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan dan Departemen Agama.
Menurut presiden, itu bukan tugas yang mudah untuk berada di bawah dua departemen. Presiden juga menulis pesan dengan tangannya sendiri. Pesan itu ditulis sebagai berikut:
"Hanya Yang berilmu Dan Bijak Akan berhasil Illustrasi mengabdi Dan berbakti. Di Universitas Islam Indonesia, Andari Akan menemukan Ilmu Dan kebijakan. Paculah dirimu."
10. Prof. H. Zaini Dahlan, MA (1994 - 1998)
Prof. H. Zaini Dahlan, MA Mengambil alih Prof Dr H. Zanzawi Soejoeti, M.Sc., Prof H. Zaini Dahlan, MA terpilih menjadi rektor UII pada periode 1994 - 1998 dalam pertemuan senat. Tiga wakil rektor terpilih juga, mereka adalah Dr Moh. Mahfud MD, SH, SU (Pembantu Rektor I), Drs. Supardi, MM (Wakil Rektor II), dan Ir. H. Harsoyo, M.Sc. (Wakil Rektor III).
Dalam periode ini, Prof H. Zaini Dahlan, MA menetapkan dasar untuk program pengembangan akademik dikombinasikan dengan program yang efektif dan efisien dalam sumber daya manusia. Selain itu, ia memulai program keterbukaan dan hubungan Islam (ukhuwah Islamiyah) antara anggota akademik (civitas Akademika), yang diharapkan dapat mengantisipasi kemungkinan terjadinya konflik.
Pengembangan akademik ditetapkan untuk pembangunan vertikal (pasca sarjana dan diploma) dan pengembangan horisontal (Sarjana Psikologi, MIPA, Teknik Industri, dll).
11. Prof. H. Zaini Dahlan, MA (1998 - 2002)
Prof. H. Zaini Dahlan, MA Untuk kedua kalinya, Prof H. Zaini Dahlan, MA terpilih sebagai Rektor UII untuk periode 1998-2003 dalam rapat senat universitas.
Tekadnya masih sama dengan periode sebelumnya. Dibantu oleh tiga wakil rektor, Dr H. Moh. Mahfud MD, SH, SU, (Pembantu Rektor I), Drs.H. Supardi, MM, (Pembantu Rektor II) dan Ir. H. Muhammad Teguh, MSCE, (Pembantu Rektor III), Prof H. Zaini Dahlan, MA menaruh semua upaya untuk membuat program nyata sumber daya yang efektif dan efisien eksploitasi manusia. Selain itu, ia juga terus meningkatkan keterbukaan dan hubungan Islam di UII.
Pengembangan akademik masih ditetapkan untuk pembangunan vertikal (pasca sarjana dan diploma) dan pengembangan horisontal (pembentukan departemen baru).
12. Dr. Ir. Luthfi Hasan, MS. (2002 - 2006)
Dr. Ir. Luthfi Hasan, MS.
Dr Ir Luthfi Hasan terpilih sebagai rektor untuk periode 2002 - 2006, mengambil alih Prof H. Zaini Dahlan, MA.
Menyertainya ditunjuk Dr S F. Marbun, SH, M.Hum. sebagai Pembantu Rektor I, Drs. Muqodim, MBA, Ak. sebagai Pembantu Rektor II, Ir. Bachnas, M.Sc. sebagai Pembantu Rektor III, dan Drs. M. Akhyar Adnan, MBA, Ph.D, Ak. sebagai Pembantu Rektor IV.
13. Prof. Dr. Drs. Edy Suandi Hamid, M.Ec. (2006 - 2010 ; 2010 - 2014)
Prof. Dr. Drs. Edy Suandi Hamid, M.Ec.
Pada periode 2006-2010, Prof Dr Drs. Edy Suandi Hamid, M.Ec. terpilih, dalam pemilihan langsung, sebagai rektor oleh dosen tetap dan staf, dan perwakilan mahasiswa dari organisasi mahasiswa di tingkat fakultas dan universitas.
Dalam periode ini juga terpilih Prof Ir. Sarwidi, MSCE, Ph.D. (Pembantu Rektor I), Dra. Neni Meidawati, M.Si., Ak. (Wakil Rektor II), dan Ir. Sutarno, M.Sc. (Pembantu Rektor III)
Untuk kedua kalinya, Prof Dr Drs. Edy Suandi Hamid terpilih sebagai rektor UII untuk periode 2010-2014 dalam pemilihan langsung dan universitas pertemuan senat.
Dalam periode ini juga terpilih Nandang Sutrisno, SH, MH, LLM, Ph.D. (Pembantu Rektor I), Dra. Neni Meidawati, M.Si., Ak. (Wakil Rektor II), dan Ir. Bachnas, M.Sc. (Pembantu Rektor III)

Popular Posts

About

Foto Saya
Afif Rahma
yogyakarta, jogja, Indonesia
Lihat profil lengkapku

Followers